Pasar Sepinggan Balikpapan Terbakar, Pemkot Evakuasi Pedagang ke TPS

Pasar Sepinggan Balikpapan saat terjadinya kebakaran, Jumat 31 Juli 2026, pagi pukul 06.00 Wita. (Istimewa)

BALIKPAPAN, reviewsatu.com – Pasar Sepinggan Balikpapan Selatan terbakar, Jumat pagi sekitar pukul 06.00 Wita. Hingga kini Pemerintah Kota Balikpapan mulai menyiapkan langkah penanganan bagi pedagang yang terdampak kebakaran itu.

Selain melakukan pendataan, pemerintah juga berencana menyediakan Tempat Penampungan Sementara (TPS) agar aktivitas jual beli dapat kembali berjalan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, meminta seluruh pedagang yang kiosnya terdampak segera melapor kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Sepinggan.

Pendataan tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menentukan jumlah pedagang yang akan direlokasi sementara.

“Khusus untuk pedagang, saya minta nanti dapat melaporkan kepada UPT dari kejadian kebakaran hari ini. Nanti kita akan lihat untuk melakukan persiapan pembuatan TPS (Tempat Penampungan Sementara) bagi pedagang terdampak akibat kebakaran pasar ini,” kata Haemusri saat dikonfirmasi, Jumat, 31 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pembahasan mengenai penanganan pascakebakaran masih berlangsung. Pemerintah saat ini memprioritaskan pendataan terhadap para pedagang sebelum menentukan langkah lanjutan.

Di sisi lain, menurut Haemusri, kebakaran tersebut turut memperkuat rencana pemerintah untuk membenahi Pasar Sepinggan yang telah beroperasi sejak sekitar 1970-an. 

“Bangunan ini cukup lama ya, sudah sekitar tahun 1970-an sudah berdiri di Balikpapan. Kondisi bangunan yang telah berusia puluhan tahun tersebut membuat pemerintah sebelumnya menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar revitalisasi kawasan pasar,” ujarnya.

Ia mengatakan dokumen DED yang telah disusun pada tahun sebelumnya akan kembali ditinjau agar sesuai dengan kondisi terbaru pascakebakaran.

“Pemerintah sudah melakukan DED pada tahun sebelumnya. Sementara ini kita mau coba review terkait dengan DED untuk melakukan revitalisasi Pasar Sepinggan. Ini mungkin tahapannya,” jelasnya.

Terkait penyebab kebakaran, Haemusri mengungkapkan dugaan sementara api dipicu gangguan arus listrik yang memunculkan percikan di salah satu bagian pasar.

Kondisi tersebut diperparah karena tidak tersedia alat pemadam api ringan (APAR) di lokasi sehingga api sulit dikendalikan pada tahap awal.

“Kebakaran Pasar Sepinggan ini disebabkan arus listrik, ada pengapian. Informasi yang disampaikan, tidak ada APAR untuk melakukan pendinginan di lokasi kebakaran,” ungkapnya.

Ia menambahkan, para pedagang sempat panik ketika api dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah kios.

“Warga pedagang ini panik, karena tidak bisa dihindari begitu besar arus listrik, kebakaran, sehingga menyebabkan kebakaran di beberapa petak yang ada di lokasi ini,” katanya.

Berdasarkan laporan sementara yang diterimanya, sedikitnya enam petak kios telah terbakar. Namun, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pendataan dan identifikasi dampak kebakaran masih terus dilakukan.

“Laporan terakhir yang disampaikan ke saya ada enam petak yang sudah mengalami kebakaran. Tapi sampai sekarang saya belum tahu berapa tambahan kebakaran terkait dengan beberapa lapak petak yang ada di lokasi pasar,” pungkasnya.

KRONOLOGI KEJADIAN

Diberitakan sebelumnya bahwa BPBD Kota Balikpapan menerima laporan awal sekira pukul 06.00 Wita.

Kepala Pelaksana BPBD Balikpapan, Usman Ali, menerangkan kronologi insiden kebakaran tersebut yang bermula dari laporan diterima sekitar pukul 06.00 Wita, sehingga seluruh unsur penanganan segera dikerahkan menuju lokasi.

Menurutnya, bangunan di area terdampak sebagian besar menggunakan material kayu sehingga diperlukan pengerahan personel dan armada dari berbagai sektor, termasuk dukungan TNI, Polri, serta Pertamina.

BPBD bersama unsur gabungan mengerahkan sekitar 15 unit pemadam untuk mengendalikan api. Selain armada BPBD, operasi pemadaman juga melibatkan Brimob, Mako Polda, PHM, serta berbagai unit lainnya yang membantu penanganan di lokasi kejadian.

Usman mengakui terdapat dugaan puluhan bangunan ikut terdampak, namun jumlah pastinya belum bisa dipastikan karena sebagian besar merupakan kios-kios kecil di bagian belakang pasar. Pendataan akan dilakukan lebih lanjut oleh dinas terkait setelah kondisi di lokasi benar-benar aman.

“Kendala karena masyarakat, karena satu sisi menyelamatkan barang-barang dia di pasar, ditambah akses untuk masuk kita itu cukup sulit karena banyaknya kabel-kabel bentang,” ujarnya.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Brimob mengerahkan dua unit Armoured Water Cannon (AWC) untuk membantu menjinakkan api bersama armada pemadam lainnya.

Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Ronny Suseno, melalui Danyon A Pelopor, Kompol Iwan Pamuji, mengungkapkan bahwa pihaknya tak hanya membantu proses pemadaman, personel Brimob bersama unsur gabungan juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi.

“Personel kami mengatur arus lalu lintas, membantu mengamankan barang-barang milik pedagang, serta mensterilkan area agar proses penanganan dapat berjalan lebih efektif,” tuturnya dalam kesempatan yang sama. (*/chn)