BMKG Balikpapan Sebut Kawasan IKN Masih Bisa Terkena Gempa

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid. (chandra)

BALIKPAPAN, reviewsatu.comKendati kawasan inti Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak dilintasi jalur sesar, namun risiko terkena gempa masih bisa terjadi. Karena itu, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan diperlukan mitigasi bencana.

Menurut BMKG Balikpapan, kawasan IKN termasuk aman dari potensi gempa bumi. Meski demikian, potensi aktivitas sesar di wilayah sekitar tetap menjadi dasar dalam penyusunan mitigasi bencana dan perencanaan pembangunan.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, mengatakan kajian kebencanaan untuk IKN telah dilakukan sejak tahap awal bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). 

Salah satu kajian penting yang disusun adalah pemetaan mikrozonasi guna mengetahui karakteristik tanah di kawasan tersebut.

“Untuk IKN sebenarnya sudah dipikirkan matang bersama Bappenas. Dari hasil penelitian, struktur bangunan di sana dibuat lebih aman terhadap getaran dari wilayah sekelilingnya,” ujar Rasmid saat dikonfirmasi di Balikpapan, Selasa 21 Juli 2026.

Menurutnya, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak terdapat jalur sesar aktif besar yang memotong langsung kawasan inti IKN. Namun, sejumlah sesar aktif di wilayah sekitar tetap diperhitungkan sebagai bagian dari analisis risiko.

Ia menyebut Sesar Meratus yang ujungnya berada di Kabupaten Paser serta Sesar Adang yang melintasi kawasan sekitar IKN menjadi dua struktur geologi yang masuk dalam perhatian saat penyusunan peta mitigasi.

Rasmid menjelaskan, kajian mikrozonasi memberikan informasi rinci mengenai kondisi bawah permukaan, mulai dari karakteristik tanah, tingkat kerentanan terhadap guncangan, hingga kedalaman batuan lapuk. 

Data tersebut kemudian menjadi acuan dalam menentukan spesifikasi teknis konstruksi bangunan.

“Pembangunan IKN sangat memperhatikan hal-hal detail seperti itu. Konstruksi bangunan di sana dirancang dan dibangun di atas kekuatan maksimum dari potensi gempa yang mungkin terjadi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rasmid mengatakan apabila sesar-sesar terdekat di sekitar IKN memiliki potensi memicu gempa hingga magnitudo 7,0, maka bangunan di ibu kota baru telah dirancang dengan tingkat ketahanan yang lebih tinggi.

“Kekuatan bangunannya dirancang tahan terhadap guncangan gempa hingga magnitudo 7,5. Jadi, jika sewaktu-waktu terjadi gempa berkekuatan magnitudo 7,0 dari sumber terdekat, infrastruktur di IKN dirancang untuk tetap mampu menghadapi guncangan tersebut,” pungkasnya. (*/chn)