Sudah 2 kloter jamaah haji Kaltim yang tiba di Embarkasi Balikpapan. Yakni kloter 1 jamaah dari Samarinda dan kloter 2 jamaah asal Balikpapan. Tercatat 6 orang meninggal dunia.
JAMAAH haji Kalimantan Timur (Kaltim) mulai berdatangan. Kloter 1 tiba di debarkasi Balikpapan pada 7 Juni 2026 malam. Tercatat ada 360 jamaah haji asal Kota Samarinda yang tiba saat itu.
Tiba pada pukul 23.10 Wita menggunakan pesawat Garuda Indonesia, rombongan kloter pertama tersebut diarahkan menuju Embarkasi Balikpapan sebelum diserahkan kepada Pemerintah Kota Samarinda.
Suasana haru mewarnai kedatangan para jamaah. Beberapa jamaah tampak sujud syukur sesaat setelah turun dari garbarata sebelum menaiki armada bus yang telah disiapkan.
Dengan mata berkaca-kaca, mereka berulang kali mengucapkan syukur atas kesempatan menunaikan ibadah haji dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.
Sejumlah jamaah lainnya terlihat tersenyum dan melambaikan tangan kepada awak media maupun petugas yang menyambut mereka.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Balikpapan, Suharto Baijuri, mengatakan kloter pertama yang tiba berasal dari Samarinda total 360 jamaah.
Jumlah tersebut sedianya berkurang karena terdapat jamaah yang meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. Namun, kursi kosong jamaah yang meninggal diisi oleh jamaah dari kloter lain.
“Di kloter satu tersebut ada jamaah yang meninggal dunia, sehingga ada dua orang yang tidak kembali bersama rombongan,” kata Suharto di sela menyambut kedatangan jamaah haji.
Hingga dimulainya proses debarkasi, tercatat 9 jamaah dari wilayah yang dilayani Embarkasi Balikpapan meninggal dunia selama musim haji 2026.
Sebanyak 6 orang berasal dari Kaltim, sedangkan masing-masing satu orang berasal dari Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Utara.
Mayoritas jamaah yang meninggal berusia di atas 65 tahun dan memiliki riwayat penyakit gagal jantung maupun hipertensi. Dari total 9 jamaah yang wafat, 3 di antaranya perempuan dan 6 lainnya laki-laki.
Di tengah suasana kepulangan, sejumlah jamaah tampak membawa berbagai oleh-oleh yang dibeli selama berada di Arab Saudi. Salah satunya Hadi, jamaah asal Samarinda yang mengaku bersyukur dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.
“Alhamdulillah semua lancar. Pelayanannya juga bagus, semua baik,” ujarnya.
Selain membawa perlengkapan pribadi, Hadi juga membawa 3 boneka unta sebagai buah tangan untuk keluarganya di rumah. Menurutnya, oleh-oleh tersebut dipilih karena identik dengan Arab Saudi dan sulit ditemukan di Indonesia.
“Saya pilih ini yang memang khas sana. Kalau di sini kan tidak ada unta,” katanya sambil menunjukkan boneka unta yang dibawanya.
KONDISI KESEHATAN JAMAAH HAJI
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kaltim, Mukhlis Hasan mengatakan, 6 jamaah yang meninggal berasal dari Kutai Timur, Penajam Paser Utara, Samarinda, dan Balikpapan.
Jumlah jamaah haji asal Kaltim hingga memasuki pemulangan kloter 2 ini tercatat 6 orang yang wafat di Tanah Suci. Jumlah ini, kata dia, meningkat dibanding musim haji tahun lalu yang hanya berjumlah 4 orang yang meninggal.
Sementara untuk seluruh jamaah yang tergabung dalam Embarkasi Balikpapan, jumlah jamaah wafat mencapai 9 orang.
Diketahui, Embarkasi Balikpapan bukan hanya jamaah asal Katim, tapi juga dari Kalimantan Utara.
Mukhlis menjelaskan, faktor kesehatan masih menjadi penyebab utama kematian jamaah selama berada di Arab Saudi. Sebagian jamaah mengalami penyakit bawaan yang diperparah oleh kelelahan fisik selama menjalani rangkaian ibadah haji.
“Sebagian karena sakit, kelelahan, serangan jantung, atau memiliki penyakit bawaan,” sebut Mukhlis, Selasa, 9 Juni 2026.
Ia menilai, aspek kesehatan jamaah masih menjadi tantangan terbesar dalam penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun. Karena itu, pemeriksaan kemampuan fisik atau istitaah kesehatan calon jamaah tetap menjadi perhatian utama.
Selain faktor kesehatan, kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi juga menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah. Mukhlis menyebut, suhu udara selama musim haji tahun ini masih sangat tinggi, dan bahkan mencapai sekitar 47 derajat Celsius.
Meski demikian, kondisi kesehatan jamaah asal Benua Etam yang mulai kembali ke Tanah Air, secara umum cukup baik.
Berdasarkan laporan tenaga kesehatan yang mendampingi jamaah, tidak ditemukan gangguan kesehatan serius pada rombongan yang telah tiba melalui kloter pertama.
“Saya sempat melihat langsung dan berbincang dengan petugas kesehatan. Alhamdulillah kondisi jamaah sehat, tidak ada perhatian kesehatan yang serius. Secara umum mereka dalam kondisi baik,” ujar Mukhlis.
Proses pemulangan jamaah haji Kaltim juga terus berjalan sesuai jadwal. Setelah kloter pertama tiba pada 7 Juni lalu, Debarkasi Haji Balikpapan kembali menerima kedatangan kloter kedua pada Selasa pagi.
Kloter kedua yang tiba di Balikpapan berjumlah 360 jamaah. Sebagian besar merupakan jamaah asal Kota Balikpapan.
Mukhlis menambahkan, proses pemulangan jamaah haji Kaltim masih akan berlangsung hingga akhir Juni mendatang.
Kloter ketiga dijadwalkan tiba pada 11 Juni, sedangkan kloter terakhir atau kloter 16 akan mendarat di Debarkasi Balikpapan pada 30 Juni 2026 sekitar pukul 04.30 Wita. (*)










