Banyak yang Tidak Berfungsi, Gubernur Kaltim Tinjau Perbaikan Lampu PJU di Jembatan Mahulu

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama Wagub Seno Aji ketika meninjau perbaikan lampu PJU di Jembatan Mahulu.

SAMARINDA, reviewsatu.com – Pemprov Kaltim mempercepat pembenahan Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda, setelah ditemukan sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) padam akibat dugaan vandalisme.

Pembenahan juga mencakup perbaikan sambungan jalan (expansion joint), pengecekan struktur jembatan, hingga peningkatan pencahayaan di bagian bawah jembatan yang menjadi jalur pelayaran Sungai Mahakam.

Selain memperbaiki penerangan, pemerintah akan menambah kamera pengawas (CCTV) untuk meningkatkan keamanan di kawasan jembatan.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat meninjau langsung kondisi Jembatan Mahulu, bersama Wakil Gubernur Seno Aji dan Sekretaris Daerah Sri Wahyuni. Dalam peninjauan lapangan itu, Rudy memastikan sejumlah perbaikan mulai dikerjakan.

Rudy mengatakan, Pemprov Kaltim merespons cepat laporan masyarakat mengenai kondisi jembatan. Ia mengapresiasi warga yang aktif memberikan masukan terkait fasilitas publik dan keselamatan pengguna jalan.

“Hari ini kita ada di Jembatan Mahulu. Saya didampingi Pak Wagub, Bu Sekda, melihat langsung. Kita merespons. Terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Kaltim. Kami perlu diberikan masukan,” kata Rudy, Selasa, 21 Juli 2026.

Menurutnya, perbaikan pada bagian jembatan sudah mulai dilakukan sejak malam sebelumnya, oleh Dinas PUPR Kaltim bersama unit pelaksana teknis daerah (UPTD), terutama pada bagian sambungan jalan atau expansion joint.

“Alhamdulillah semalam sudah langsung dieksekusi oleh Dinas PU beserta UPTD-nya berkaitan dengan jembatan-jembatan, terutama aspal-aspal join dan sebagainya,” ujarnya.

“Saya juga meminta tim melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh elemen penting jembatan, mulai dari lantai kendaraan, sambungan atau expansion joint, sistem drainase, hingga komponen struktur yang menopang jembatan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” lanjut Rudy. 

Selain perbaikan fisik, Pemprov Kaltim juga meminta Dinas Perhubungan membenahi sistem penerangan di kawasan Jembatan Mahulu. PJU yang kurang terang akan diperbaiki, sedangkan lampu yang mati akan kembali diaktifkan.

“Termasuk penerangan kita sudah minta kepada Dinas Perhubungan untuk segera merapikan kembali. Lampu yang kurang terang dikasih terang. Lampu yang mati kita hidupkan kembali. Termasuk yang ada beberapa solar cell kita benahi,” jelas Rudy.

Ia mengatakan, pembenahan tidak hanya berfokus pada fungsi jembatan, tetapi juga perawatan dan estetika. Pemprov Kaltim akan melakukan pengecatan serta memperbaiki pencahayaan di bagian bawah jembatan.

Menurut Rudy, penerangan bawah jembatan penting karena aktivitas pelayaran di Sungai Mahakam cukup padat, termasuk kegiatan pengolongan batu bara.

“Bahkan saya meminta untuk mulai dari perawatan, pengecatan, keindahannya termasuk juga lampunya di bawah agar alur ini bisa melihat bahwa di sini ada jembatan,” ucapnya.

Rudy menegaskan, Jembatan Mahulu memiliki peran strategis bagi distribusi barang dan jasa di Kota Samarinda. Menurutnya, jembatan tersebut menjadi salah satu jalur utama yang masih dapat dilalui kendaraan besar.

“Karena ini satu-satunya jembatan untuk urat nadi berkaitan dengan distribusi barang dan jasa itu hanya lewat sini. Dari empat jembatan yang ada, Jembatan Kembar, Jembatan Mahkota II, dan yang ada di Samarinda ini cuma yang ini yang sehat, yang bisa dilewati untuk kegiatan distribusi terutama kendaraan-kendaraan besar seperti kontainer, bahan bakar, LPG, dan semuanya hanya ini satu-satunya,” sambung Rudy.

Karena memiliki fungsi vital, Rudy meminta masyarakat ikut menjaga Jembatan Mahulu dan fasilitas yang ada di sekitarnya. Ia juga memastikan, kritik dan masukan dari warga akan terus ditindaklanjuti pemerintah.

“Jadi kita jaga sama-sama. Terima kasih kepada masyarakat Kaltim khususnya Kota Samarinda. Tolong diberikan masukan, kritik yang sangat membangun, sangat kita respons,” ujarnya.

Selain persoalan fisik, Pemprov Kaltim juga menyoroti gangguan terhadap PJU akibat dugaan vandalisme. Rudy menyebut sejumlah lampu tidak menyala karena komponen kelistrikan berupa Miniature Circuit Breaker (MCB) hilang.

MCB merupakan alat pengaman instalasi listrik, yang berfungsi mengatur dan memutus aliran listrik ketika terjadi gangguan. Hilangnya komponen tersebut membuat aliran listrik ke lampu terganggu.

“Itulah makanya kita minta untuk penerangan dipasangkan, CCTV dipasangkan agar kita bisa kontrol. Termasuk kepada tangan-tangan jahil ini banyak MCB-MCB-nya katanya hilang. Jadi lampunya tidak menyala kalau MCB-nya yang hilang,” beber Rudy.

Untuk mencegah kejadian serupa, Pemprov Kaltim akan memasang CCTV di kawasan Jembatan Mahulu. Pemasangan kamera pengawas diharapkan dapat membantu memantau kondisi jembatan dan mencegah tindakan yang membahayakan keselamatan masyarakat.

“Kita akan segera pasangkan CCTV agar kita bisa menjangkau hal-hal yang membahayakan keselamatan masyarakat kita semuanya,” ujarnya.

Rudy juga memastikan penerangan di bagian bawah jembatan akan menjadi perhatian. Menurutnya, pencahayaan tersebut diperlukan untuk mendukung keselamatan aktivitas di Sungai Mahakam.

“Iya, penerangan bawah jembatan juga,” singkatnya.

Dalam peninjauan itu, seorang relawan yang bertugas di kawasan bawah Jembatan Mahulu menyampaikan masih adanya lampu sorot yang mati. Ia mengatakan pihaknya telah beberapa kali membantu menangani percobaan bunuh diri di lokasi tersebut.

“Ada lampu sorot di atas itu yang mati, Pak. Saya di sini sudah mengamankan hampir 10 orang yang melakukan percobaan bunuh diri. Karena kebetulan kami tugas di bawah, Pak. Kami sebagai relawan kemasyarakatan. Alhamdulillah masyarakat berperan aktif langsung melakukan laporan sehingga semuanya dapat ditanggulangi dengan baik,” ujar relawan tersebut.

Mendengar laporan itu, Rudy mengapresiasi peran masyarakat dan relawan yang ikut menjaga keselamatan di kawasan Jembatan Mahulu. “Terima kasih banyak. Kita segera benahi semuanya,” pungkas Rudy.