DAERAH  

Objek Wisata Air Terjun Jantur Inar di Kubar Ini Bisa Jadi Alternatif Liburan Keluarga

Seperti inilah suasana Jantur Inar di Kutai Barat (Kubar), bisa menjadi alternatif liburan keluarga saat cuti bersama Lebaran 2026 ini. (Foto Eventius)

Menjelang libur Lebaran 2026 dan cuti bersama, sejumlah kawasan wisata di Kutai Barat bisa menjadi alternatif liburan keluaraga Anda. Salah satuya objek wisata air terjun Jantur Inar di Kampung Temula ini.   

reviewsatu.comOBJEK wisata air terjun Jantur Inar di Kampung Temula, Kecamatan Nyuatan, Kutai Barat (Kubar) ini memang tengah dikondisikan oleh Dinas Pariwisata setempat libur Lebaran 2026 atau Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Kendati kawasan wisata tersebut sudah mulai dikenal masyarakat, pengelolaan secara resmi masih dalam tahap persiapan. Karena sejumlah fasilitas penunjang masih dalam proses penyelesaian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, FX Sumardi, mengatakan saat ini pembangunan sarana dan prasarana di kawasan wisata Jantur Inar masih berada pada tahap akhir. Karena itu, pengelolaan resmi oleh pemerintah daerah belum sepenuhnya diberlakukan.

Sebagian masyarakat menganggap objek wisata tersebut telah dikelola sepenuhnya oleh Dinas Pariwisata. Namun pada kenyataannya, pengelolaan di lapangan dilakukan melalui kerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.

“Saat ini memang belum dikelola secara resmi. Masyarakat umum mengira sudah sepenuhnya dikelola oleh Dinas Pariwisata, padahal kami masih bekerja sama dengan Pokdarwis di sana,” kata FX Sumardi saat dikonfirmasi, Selasa 17 Maret 2026.

Ia menjelaskan, keberadaan Pokdarwis memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan objek wisata berbasis masyarakat. Kelompok tersebut nantinya akan bertanggung jawab terhadap sejumlah aspek operasional di lokasi wisata.

Mulai dari pengelolaan retribusi masuk, parkir kendaraan, hingga menjaga kebersihan kawasan wisata.

Menurut Sumardi, keterlibatan masyarakat melalui Pokdarwis merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah. Guna mendorong pengelolaan wisata yang lebih partisipatif sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Pokdarwis nantinya yang akan membantu pengelolaan di lapangan, seperti retribusi masuk, parkir, hingga menjaga kebersihan kawasan wisata,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Pariwisata Kutai Barat juga memberikan dukungan terhadap sejumlah fasilitas penunjang di kawasan wisata tersebut.

Dukungan tersebut dilakukan agar pengunjung yang datang ke Jantur Inar dapat menikmati fasilitas yang lebih memadai serta merasa aman dan nyaman selama berada di lokasi.

“Kami juga memberikan dukungan terhadap beberapa sarana penunjang yang ada di sana,” jelasnya.

Sumardi menambahkan, pemerintah daerah juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai Pokdarwis yang ada di Kabupaten Kutai Barat.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi meningkatnya kunjungan wisatawan, terutama menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Menurutnya, kesiapan pengelolaan objek wisata menjadi hal penting agar setiap lokasi wisata yang ada di Kubar, mampu memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah kebersihan kawasan wisata. Dinas Pariwisata Kubar pun menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Sebagai bagian dari upaya menciptakan destinasi wisata yang nyaman dan menarik bagi pengunjung.

Ia menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah daerah dan kelompok masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan wisata sangat penting. Dengan kerja sama yang baik, pengelolaan objek wisata diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Menurut Sumardi, pendekatan pengelolaan yang melibatkan masyarakat tidak hanya membantu menjaga keberlanjutan kawasan wisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.

“Koordinasi antara pemerintah dan Pokdarwis sangat penting agar wisatawan yang datang dapat merasakan pengalaman yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia berharap, dengan dukungan berbagai pihak serta pengelolaan yang terus diperbaiki, Jantur Inar dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kutai Barat.

Selain memiliki potensi keindahan alam yang menarik, kawasan tersebut juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.

“Harapannya, Jantur Inar bisa menjadi contoh pengelolaan objek wisata berbasis partisipasi masyarakat sekaligus tetap terjaga kebersihannya,” kata Sumardi. (*/evn)