Sungai Kunjang Krisis Lahan Kuburan

lahan kuburan
Ketua RT 2 Kelurahan Karang Asam Ulu Heru Cahyono. (Yasinta/ReviewSatu)

Samarinda, reviewsatu.com –Kelurahan Karang Asam, Kecamatan Sungai Kunjang kekurangan lahan pemakaman. Bahkan rencana perluasan lahan tersebut belum masuk dalam rencana tata ruang kota.

Ketua RT 2, Kelurahan Karang Asam Heru Cahyono mengeluhkan hal itu. Saban tahun ia selalu mengusulkan untuk penambahan luasan lahan pemakaman. Untuk Kelurahan Karang Asam sendiri lahan kuburan yang ada saat ini akan penuh bahkan untuk dua tahun mendatang. Jadi untuk sementara banyak warganya yang dimakamkan di luar kelurahan.

Ia pun mengatakan sempat mencari lahan yang baru. Namun dananya tidak cukup jika hanya bermodal sokongan warga sekitar. Lantas, sebut Heru, hal ini pun menjadi perhatiannya bersama Ketua RT yang lain. Sehingga setiap kali ada pertemuan maupun diskusi publik bersama pemerintah kota, pihaknya kerap menyuarakan aspirasi yang sama berulang kali.

Seperti pada hari ini, saat pembahasan terkait konsultasi publik RDTR dan KLHS untuk wilayah Sungai Kunjang.

“Kenapa bicaranya 10 sampai 20 tahun akan datang sementara kita enggak tahu umur kita sampai segitu atau enggak. Kita memikirkan bagaimana rumah pemakaman itu taditadi,” celetuk Heru.

Ia berpendapat seharusnya isu terkait lahan pemakaman ini juga masuk ke dalam perencanaan pembangunan di IKN ke depan.

“Enggak ada solusi. Justru yang ditanggapi masalah air. Kalau yang ditanggapi pemakaman hasilnya enggak ada,” tambah Heru.

Ia menilai bahwa pemeringah belum menemukan solusi terkait lahan pemakaman ini. Ia pun mengakui jika terkait lahan pemakaman ini membutuhkan biaya yang besar. Namun, menurut Heru, hal tersebut tetap harus difikirkan. Heru pun menambahkan akan lebih baik jika dibentuk UPTD Pemakaman.

“Karena inikan sebenarnya tiap kelurahan kecamatan itu ada pemakamannya. Cuma karena tidak dikelola karena dikelola swasta akhirnya beragam seperti tadi disampaikan,” tutur Heru.

Heru menyebut bahkan ada warganya yang tidak termasuk anggota rukun kematian harus membayar puluh juta. Ia pun menyayangkan hal tersebut. Apalagi bila hal itu menimpa keluarga yang tidak mampu.  Ia katakan pihaknya kini tengah mencari lahan  baru. Tidak tanggung-tanggung, harganya mencapai miliaran.

“Kayak yang Kelurahan Teluk Lerong Ulu disana enggak ada mereka harus cari di Suryanata,” ucap Heru.

Sekretaris Camat Sungai Kunjang Dili Satria mengatakan  pemakaman memang menjadi salah satu permasalahan. Karena lahannya yang semakin hari semakin sempit. Sehingga,sebut Dili, memang dibutuhkan pahan yang baru agar memudahkan layanan. Laniutnya, terutama untuk keluarga yang kurang mampu.

Ia pun mengakui jika lahan tersebut harganya mahal. Sebagai solusi, pihaknya pun meminta setiap lurah untuk berkoordinasi dengan seluruh rukun kematian yang ada. Dan mencari lahan yang ada di pinggiran kota untuk nantinya bisa dibeli.

“Kalau bisa sih wakaf. Tapi jarang kan,” sebut Dili. (dey/boy)