JAKARTA, reviewsatu.com – Setelah sempat terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, kembali normal pada Selasa, 8 September 2026.
Sejumlah penerbangan dari Juanda menuju Jakarta dan Bandung kembali beroperasi setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dilaporkan berkurang secara signifikan.
Sebelumnya, sebanyak 141 jadwal penerbangan dari Juanda menuju wilayah tersebut dibatalkan selama dua hari.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, mengatakan sejumlah penerbangan dari Juanda menuju Jakarta hingga Bandung berangsur normal.
“Penerbangan dari Bandara Internasional Juanda ke Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Halim Perdana Kusuma juga beroperasi kembali,” kata Tohir, Selasa, 8 September 2026.
Ia bilang, aktivitas penerbangan kembali dibuka setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan izin operasional bagi Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.
Keputusan tersebut diambil setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dilaporkan berkurang secara signifikan.
Namun demikian, ia menyatakan otoritas Bandara Internasional Juanda tetap menjalin komunikasi intensif dengan para pemangku kepentingan terkait. Guna memastikan kelancaran operasional penerbangan menuju wilayah-wilayah yang sempat terdampak itu.
“Kami tetap melakukan koordinasi dengan stakeholder bandara untuk kelancaran operasional bandara,” kata dia.
Terakhir, Tohir juga mengimbau kepada masyarakat pengguna jasa untuk memastikan ulang jadwal penerbangan melalui berbagai kanal resmi maskapai sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan udara.
Para pengguna jasa dihimbau untuk tetap memastikan kembali penerbangannya melalui kanal maskapai,” tukasnya.
Diketahui, penerbangan dari Bandara Internasional Juanda menuju wilayah Jakarta maupun Bandung mengalami pembatalan sejak Minggu, 6 September 2026 hingga Senin, 7 September 2026.
Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 141 jadwal penerbangan yang terpaksa untuk dibatalkan oleh otoritas bandara setempat.
Dengan rincian 75 penerbangan yang berstatus cancel pada Minggu, 6 September 2026, serta 66 penerbangan yang terdampak pembatalan pada Senin, 7 September 2026. (*/dwa)










