Ojol Kecewa Botok Pulang di Tengah Aksi, UU Perampasan Aset Belum Disahkan

Sekitar pukul 17.00 Wib, masa mulai menggoyang pagar DPR RI. (Disway)

JAKARTA, reviewsatu.com Salah satu pengemudi ojek online (ojol), Ari Potret mengaku kecewa karena RUU Perampasan Aset bagi koruptor tidak disahkan hari ini. Ari Potret sendiri ikut dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Tak hanya itu, dia juga kecewa karena Botok atau Supriyono dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) tiba-tiba menghilang di tengah aksi.

Botok yang sebelumnya mengajak masyarakat Indonesia untuk bersatu dan berunjuk rasa di Jakarta, dinilai lepas dari tanggung jawab.

“Harapan kami itu semuanya (RUU Perampasan Aset Koruptor) hari ini disahkan. Ternyata si Botok dari Pati itu tidak ada kejelasan. Dia kan mau gembar-gembor kan, ayo kita bersatu, ternyata dia pulang jam 12,” kata Ari dikutip dari Disway.id.

Dirangkum dari berbagai sumber, massa AMPB asal Pati meninggalkan lokasi demonstrasi sekira pukul 12.30 WIB secara tertib.

Keputusan membubarkan diri ini diambil usai Koordinator AMPB Botok membacakan surat komitmen pimpinan DPR RI terkait penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset di hadapan massa sekitar pukul 11.55 WIB.

Dalam surat yang dibacakan, pimpinan DPR RI menyatakan komitmen untuk menyelesaikan pembentukan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026.

Meski demikian, Botok dan rombongannya pun direncanakan akan kembali menggelar aksi jika sampai batas waktu yang ditentukan, RUU Perampasan Aset tidak disahkan.

Terkait hal itu, Ari Potret pun mengancam akan mengusir Botok dan kelompoknya dari Jakarta jika pada 15 Desember nanti kembali berunjuk rasa.

“Kami kecewa seorang rakyat Indonesia di sini. Kalau dia tanggal 15 Desember ke sini, kita kemungkinan akan usir mereka,” tegasnya.

Bahkan, Ari menyebut Botok hanya sebagai provokator dalam aksi ini. Menurutnya, aksi unjuk rasa hari ini berjalan sia-sia dan justru menimbulkan dampak ekonomi, khususnya bagi pengemudi ojol di Jakarta.

Sementara itu, di saat kelompok AMPB pulang meninggalkan aksi, massa yang terdiri dari kelompok masyarakat, pelajar, dan mahasiswa datang dan masih bertahan di Gedung DPR RI hingga malam ini.

Informasi yang dihimpun, massa beberapa kali berupaya merangsek masuk gedung DPR dengan mematahkan pagar besi.

Massa yang masih bertahan hingga saat ini membakar tumpukan sampah sehingga asap mebumbung tinggi di tengah kerumunan.

Meski telah beberapa kali diperingati kepolisian untuk kondusif. Sampai saat ini belum ada tindakan dari aparat. (*/dik)