Kilang terbesar di Indonesia RDMP Balikpapan diresmikan Presiden Prabowo Subianto, warga pun menyambut gembira. Harapan berdaulat di sektor energi.
PRESIDEN Republik Indonesia, Prabowo Subianto tiba di Balikpapan guna melakukan kunjungan kerja sekaligus meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina, pada Senin, 12 Januari 2026 sekira pukul 14.33 Wita.
Pantauan Nomorsatukaltim di Jalan Minyak, tepatnya di gapura area Pertamina, sejak pukul 13.00 Wita, telah dijaga oleh petugas mulai dari kepolisian, Polisi Militer, Dinas Perhubungan Kota Balikpapan.
Selain itu, sepanjang jalan menuju ke Pertamina, mulai dari area Pelabuhan Semayang, situasi berbeda sudah terlihat sejak pagi.
Pasalnya, area ini terbilang cukup padat jika pada hari biasa. Namun, saat RI-1 hendak berkunjung, para pedagang tidak tampak menggelar dagangannya disertai ruas jalan yang cukup lengang.
Para warga, anak-anak Pramuka, serta karyawan perusahaan yang ada di lokasi ini pun juga bersiap di trotoar untuk menyambut kedatangan Prabowo.
Hingga akhirnya pada pukul 16.26 Wita dengan diiringi mobil patwal dari kepolisian, mobil kepresidenan jenis MV3 Garuda Limousine berkelir putih keluaran Maung ini pun membelah keramaian para warga.
Presiden Prabowo Subianto yang terlihat mengenakan setelan khas berwarna cokelat, lengkap dengan topi berwarna biru tua dan kacamata hitam pun menyapa lewat atap terbuka di mobil tersebut.
Sontak teriakan histeris warga mewarnai momentum tersebut. MV3 Garuda putih yang membawa Presiden Prabowo pun sempat berhenti sejenak. Beberapa dari warga pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berjabat tangan.
“Bapak.. Bapak..!”, terdengar teriakan dari warga saling sahut menyapa presiden ke-8 itu.
Hingga akhirnya, mobil jenis Maung keluaran Pindad tersebut melanjutkan perjalanannya memasuki gapura Pertamina.
Di sisi lain, salah seorang pedagang yang berjualan di sekitar Pelabuhan Semayang, Yanto, mengungkapkan bahwa ia dan para pedagang lain memang sengaja tidak berjualan untuk hari ini.
“Warung nggak ada yang buka, nunggu presiden lewat. Tapi Pamong Praja yang suruh. Kemarin (suruhnya),” tutur Yanto.
Ia juga tidak keberatan untuk tutup satu hari, karena sore masih diperbolehkan untuk buka kembali.
“Cuma nggak diangkut, disuruh tutup aja. Cuma yang warung rumahan aja yang buka, lainnya tutup semua,” tambahnya.
Yanto juga menceritakan bahwa ia sempat melihat ada beberapa mobil yang terparkir di badan jalan lalu diderek oleh kendaraan milik Dishub Balikpapan.
Namun ia tak mengetahui mobil-mobil itu dibawa kemana usai penderekan. “Kecuali mobil-mobil kantor itu boleh saja parkir,” katanya.
Diketahui, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) pun menyiapkan langkah pengamanan terpadu dengan melibatkan personel dari berbagai satuan fungsi.
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto mengungkapkan, bahwa pihaknya menurunkan sebanyak 812 personel untuk pengamanan Presiden ini.
“Aparat kepolisian juga bersinergi dengan unsur TNI serta instansi terkait untuk memastikan seluruh jalur dan lokasi kegiatan berada dalam kondisi aman,” tutur Kombes Pol Yuliyanto, Senin, 12 Januari 2026.
Ia menegaskan jajaran kepolisian menjalankan tugas pengamanan secara profesional dan terukur, sejalan dengan tanggung jawab negara dalam menjamin keselamatan Presiden dan kelancaran agenda kenegaraan.
Usai meresmikan RDMP Balikpapan, Presiden Prabowo bergerak menuju helipad Lapangan Merdeka Kilang Minyak Balikpapan. Dari titik tersebut, Presiden dan rombongan akan bertolak ke kawasan IKN menggunakan helikopter.
Rombongan Presiden diperkirakan tiba di helipad Kementerian PUPR atau halaman Istana IKN pada sore harinya. Presiden dijadwalkan bermalam di kawasan IKN sebelum melanjutkan agenda kenegaraan berikutnya.
“Selain mengamankan pergerakan Presiden, aparat gabungan juga melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik serta mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas demi kelancaran kegiatan,” pungkasnya.
KILANG TERBESAR
Setelah penantian panjang lebih dari tiga dekade, pemerintah akhirnya meresmikan proyek pengembangan kilang minyak berskala besar.
Ya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan milik PT Pertamina (Persero), Senin 12 Januari 2026.
Proyek ini menjadi kilang terbesar yang dibangun di Indonesia dengan nilai investasi mencapai USD 7,4 miliar.
RDMP Balikpapan terhubung langsung dengan ekosistem infrastruktur energi di Lawe-Lawe, Penajam Paser Utara, yang berjarak sekitar 75 kilometer dari Balikpapan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut RDMP Balikpapan sebagai titik balik kebijakan energi nasional.
Menurutnya, sejak kilang terakhir diresmikan pada 1994 di Jawa Barat, Indonesia tidak lagi menambah kapasitas kilang berskala besar hingga proyek ini berjalan.
“Mulai tahun ini, pemerintah tidak lagi mengeluarkan izin impor solar,” kata Bahlil di hadapan awak media.
Bahlil menegaskan, jika masih terdapat impor solar pada awal 2026, hal tersebut merupakan sisa kontrak impor lama.
Secara kebijakan, Kementerian ESDM menyatakan impor solar telah dihentikan seiring beroperasinya kilang Balikpapan.
Selain solar, RDMP Balikpapan juga menghasilkan bensin, LPG, serta produk petrokimia. Kilang ini diperkirakan menambah produksi bensin nasional hingga 5,8 juta kiloliter per tahun.
Dengan konsumsi BBM nasional sekitar 54 juta kiloliter, dan impor bensin mencapai 24 juta kilo liter, tambahan produksi tersebut diklaim mampu menurunkan ketergantungan impor hingga tersisa sekitar 8,9 juta kiloliter.
“Kita dorong bertahap, seperti yang kita lakukan pada solar,” ujar Bahlil.
Pemerintah juga menyebut impor CN48 telah dihentikan sepenuhnya, sementara impor CN51 ditargetkan berhenti pada semester II 2026, setelah kapasitas produksi dalam negeri dinilai mencukupi.
Dari sisi kualitas, BBM hasil RDMP Balikpapan diklaim telah memenuhi standar Euro 5, meningkat dari standar sebelumnya Euro 2, dan disebut setara dengan spesifikasi internasional.
Tak berhenti di Balikpapan, pemerintah dan Pertamina juga menyiapkan pengembangan kilang dan fasilitas penyimpanan energi di wilayah lain, termasuk Dumai, dengan skema kerja sama bersama pihak swasta.
Di sisi kebijakan, Kementerian ESDM menyiapkan program mandatori bioetanol E10 hingga E20 yang direncanakan mulai berjalan pada 2027-2028.
Program ini akan memanfaatkan komoditas pertanian seperti jagung, singkong, dan tebu, sekaligus membuka peluang keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok energi.
“Kita ingin produksi energi dikuatkan di dalam negeri, kualitas ditingkatkan, dan impor ditekan bertahap,” ungkapnya.
Peresmian RDMP Balikpapan ini menjadi penanda dimulainya kembali pembangunan kilang skala besar nasional, sekaligus menjadi proyek kunci pemerintah dalam agenda ketahanan dan kemandirian energi. (*)










