JAKARTA, reviewsatu.com – Kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus muncul lagi. Setelah pekan lalu ramai mahasiswa Universitas Indonesia (UI), kini ribut lagi terjadi di Univeristas Padjajaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat.
Kali ini, dugaan kasus pelecehan melibatkan Guru Besar Unpad. Tersebar Guru Besar yang diduga melakukan pelecehan seksual lewat chat tersebut kepada salah seorang mahasiswi exchange. Merasa tak nyaman, sang mahasiswi akhirnya memblokir akun tersebut.
Semua bermula ketika sang Guru Besar Unpad mengirim Direct Message (DM) dengan meminta sang mahasiswi untuk mengirim foto dirinya memakai bikini atau baju renang.
“I need your photo, When Swim in the Phuket beach, wearing bikini,” bunyi salah satu pesan yang beredar.
Mahasiswi itu sudah menolak dan tak akan memberikan apapun terkait privasinya. Lalu beberapa kali sang dosen itu mengirimkan chat kembali dan memaksa lagi mengirimkan foto dengan bikini.
“I miss you, how are you?” tulis chat tersebut.
“I am still waiting your bikini style,” tambahnya.
Menanggapi kasus ini, Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita buka suara. Pihak kampus memutuskan untuk menonaktifkan guru besar yang baru dilantik itu.
“Menyikapi berbagai pemberitaan mengenai terjadinya kekerasan seksual di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami mengucapkan rasa prihatin dan penyesalan yang mendalam atas kejadian tersebut. Kejadian ini tentu saja merupakan hal yang tidak dapat kita toleransi. Universitas mengambil sikap tegas untuk tidak mentolerir segala bentuk kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus,” ujar Rektor lewat video.
Untuk kasus ini, pihaknya telah menerima laporan. Lalu setelah itu, kata rektor, Guru Besar tersebut dinonaktifkan.
“Dan segera setelah itu kami menonaktifkan yang bersangkutan dari proses belajar-mengajar. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan secara objektif dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kami juga melakukan pendampingan serta pendalaman terhadap korban,” kata Rektor.
“Kami berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama, kami dapat memastikan bahwa kasus ini dapat ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Universitas menyambut baik segala bentuk masukan dari masyarakat, baik berupa saran maupun laporan. Kami menghimbau apabila terjadi hal serupa, agar segera dilaporkan kepada pihak universitas sebagai bagian dari upaya penegakan aturan terkait kekerasan seksual di lingkungan kampus,” ujarnya.
SOSOK GURU BESAR ITU
Sosok Guru Besar Unpad itu berinisial IY yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi program pertukaran dari luar negeri (exchange). IY diketahui merupakan Guru Besar Fakultas Keperawatan (FKep) yang bergelar profesor.
Di media sosial, beredar tangkapan layar percakapan antara terduga pelaku dan korban yang mengandung unsur tidak senonoh. Terduga pelaku disebut meminta mahasiswi exchange itu untuk mengirim foto saat mengenakan bikini.
“I need your photo, when swim in the Phuket beach, wearing bikini (saya membutuhkan foto kamu ketika berenang di pantai Phuket, memakai bikini),” bunyi isi pesan yang beredar.
IY juga diduga menggoda mahasiswi tersebut.
“I miss you, how are you? (aku merindukanmu, bagaimana kabarmu),” tulis chat tersebut.
“I am still waiting your bikini style (aku masih menunggu gaya bikinimu,” tambahnya.
Aksi dugaan pelecehan seksual itu muncul di tengah kasus serupa yang dilakukan oleh mahasiswa FH UI. Kini, nama IY pun menjadi sorotan publik dan menuai banyak kecaman.
Akibatnya, Guru Besar Fakultas Keperawatan tersebut kini telah dinonaktifkan oleh pihak kampus.
Sebagai akademisi di lingkungan Universitas Padjajaran, sosoknya terlibat dalam Program Studi Magister Keperawatan Jiwa serta Program Doktor Ilmu Keperawatan di lingkungan Unpad.
Ia juga turut berpartisipasi dalam Program Padjajaran Excellence Fast Track Scholarship 2025 atau beasiswa unggulan Pascasarjana Padjadjaran/BUPP, program percepatan studi S2-S3 selama 4 tahun di Unpad untuk lulusan S1/Sarjana Terapan Unggul.
Fokus IY dalam program tersebut adalah keahlian pada keperawatan jiwa.
Untuk jenjang pendidikan Sarjana (S-1) Keperawatan di Universitas Padjadjaran, kemudian melanjutkan studi Magister Sains (S-2) di universitas yang sama.
IY kemudian meraih gelar Master of Science dari University of Sunderland. Sementara, pendidikan doktoralnya ditempuh di Universiti Malaysia Sarawak dengan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D). Pada Desember 2025, baru ia meraih gelar profesor dan Guru Besar.
TIM INVESTIGASI UNPAD
Sebagai langkah tegas, pihak Unpad juga akan membentuk tim investigasi guna mengusut kasus tersebut. Pembentukannya melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unpad dan unsur senat fakultas.
Unpad akan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku apabila dalam proses investigasi terduga pelaku terbukti melakukan kekerasan seksual.
“Unpad akan konsisten melakukan proses pembuktian dan penindakan kekerasan sesuai dengan perundang-undangan, dan memprioritaskan kepentingan dan keselamatan pihak yang menjadi korban,” ujar Arief.










