UTAMA  

Ini Pesan Rektor Unmul kepada Mahasiswa yang Ikut Aksi 21 April

Samarinda, reviewsatu.com – Rektor Unmul Abdunnur meminta agar semua pihak bisa mengontrol diri saat melakukan aksi 21 April mendatang di kantor gubernur Kaltim.

Kepada para mahasiswa yang ikut, ia mengimbau agar mahasiswa bisa mengikutinya dengan tertib, damai dan bertanggungjawab. Ia menilai penyampaian pendapat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. 

Namun, ia menekankan setiap aksi harus dilakukan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab. 

“Penyampaian aspirasi adalah hak setiap warga negara, termasuk mahasiswa. Namun pelaksanaannya harus tetap menjaga ketertiban dan menghormati kepentingan umum,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Abdunnur, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sekaligus bagian dari kelompok intelektual di masyarakat. Peran tersebut, menuntut cara penyampaian aspirasi yang tidak hanya lantang, tetapi juga solutif dan berbasis argumentasi. 

“Mahasiswa itu membawa nama intelektual. Aspirasi yang disampaikan seharusnya mencerminkan pemikiran yang matang, bukan sekadar tekanan massa,” jelasnya. Ia menambahkan, aksi unjuk rasa perlu ditempatkan sebagai sarana penyampaian gagasan, bukan sekadar ekspresi ketidakpuasan. 

Dengan demikian, pesan yang disampaikan dapat diterima secara konstruktif oleh pihak yang dituju. Selain itu, Abdunnur juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana aman dan damai, terutama karena aksi direncanakan berlangsung di kawasan strategis pemerintahan yang menjadi pusat aktivitas publik. 

Menurutnya, gangguan terhadap ketertiban umum dapat berdampak luas. Tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi. 

“Semua pihak harus menahan diri. Jangan sampai aksi yang tujuannya menyampaikan aspirasi justru menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat luas,” pesannya. Ia juga mendorong agar dialog tetap menjadi pilihan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkembang di daerah. 

Pendekatan komunikasi, dinilai lebih efektif dalam membangun pemahaman bersama dibandingkan konfrontasi di lapangan. Dalam konteks tersebut, Abdunnur mengajak mahasiswa untuk mengedepankan jalur akademik. Serta diskusi terbuka sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat. 

“Dialog itu penting. Kampus selalu terbuka untuk menjadi ruang diskusi dalam mencari solusi atas berbagai persoalan,” sebutnya. Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya menjaga citra mahasiswa sebagai kelompok yang menjunjung tinggi nilai-nilai ilmiah, etika, dan tanggung jawab sosial. 

Ia berharap aksi yang direncanakan, tetap berlangsung dalam koridor hukum. Serta tidak menimbulkan potensi konflik di tengah masyarakat. 

“Yang paling penting adalah menjaga Kalimantan Timur tetap aman, damai, dan kondusif. Itu tanggung jawab kita bersama,” pungkas Abdunnur.