Petani di Kukar Dapat Ajukan Kredit Tahun Ini

petani
Kepala Diskop UKM Kukar, Tajudin (Istimewa)

Kukar, reviewsatu.com – Sebagai upaya mendukung peningkatan hasil produksi serta mempermudah petani yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pada tahun 2023 ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar sediakan pinjaman Kredit Kukar Idaman bagi para petani.

Diketahui bahwa Kredit Kukar Idaman, merupakan salah satu program dedikasi dari Pemkab Kukar. Dimana kredit Kukar idaman memberikan pinjaman bagi para pelaku Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM). Namun tahun ini Pemkab Kukar menyediakan pinjaman tanpa jaminan juga bagi para petani.

Dalam program Kredit Kukar Idaman ini, Pemkab Kukar diketahui bekerja sama dengan Bank Kaltimtara untuk memberikan pinjaman kepada masyarakat tanpa jaminan dan bunga.

“Tahun ini kita berkeinginan untuk mengakomodir petani. Jadi kita harus revisi peraturannya dulu, Nilainya juga diusulkan untuk meningkat sampai 50 juta rupiah,” ucap Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kukar, Tajudin saat dikonfirmasi awak media, Selasa (21/3/2023).

Ia menjelaskan, bahwa pengajuan kredit Kukar idaman untuk UMKM masih dibuka dan bisa diajukan oleh masyarakat Kukar langsung ke pihak bank. Setelah dilakukan nantinya pihak bank akan melakukan proses verifikasi.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan revisi terhadap Peraturan Bupati (Perbup) yang berkenaan dengan kredit Kukar idaman ini. Dimana nantinya kredit Kukar idaman ini tidak hanya menyediakan kredit pada pelaku usaha tapi juga tersedia untuk petani

“Jadi silahkan saja kepada masyarakat untuk mengajukan kredit kukar idaman ini, untuk yang mau mengajukan bisa mengurus sekarang juga. Kalo kredit untuk petani ini kita masih proses revisi Perbupnya,” imbuhnya.

Dengan adanya Kredit Kukar Idaman ini, Tajudin berharap masyarakat Kukar yang berkeinginan untuk mengembangkan usahanya, bisa memanfaatkan kredit ini tanpa harus berurusan dengan rentenir “Kami berharap dengan adanya Kredit Kukar Idaman ini peran rentenir bisa terbatasi,” pungkasnya. (adv/jat)