MAHAKAM ULU, reviewsatu.com – Lantaran kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kian mengkhawatirkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mahakam Ulu (Disdikbud Mahulu) mengambil langkah cepat.
Mereka mengeluarkan surat edaran (SE) belajar dari rumah bagi seluruh sekolah tingkat PAUD, SD dan SMP di wilayah tersebut.
Kebijakan itu diambil sebagai tindak lanjut terhadap kondisi pencemaran udara akibat asap yang disebabkan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) yang muncul selama musim kemarau ini.
Surat edaran yang ditandatangani Kepala Disdikbud Mahulu, Samson Batang tertanggal 28 Agustus 2026 itu berlaku hingga 5 September 2026.
“(surat edaran) Menindaklanjuti kondisi pencemaran udara akibat kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan, hingga peningkatan indeks standar pencemaran udara (ISPU) yang dapat membahayakan kesehatan peserta didik dan tenaga kependidikan,” ujar Samson Batang, Minggu, 30 Agustus 2026.
Meski kegiatan belajar tatap muka dihentikan sementara, proses pendidikan tetap berjalan. Para guru akan memberikan tugas dan materi pembelajaran secara terstruktur untuk dipelajari dan dikerjakan siswa dari rumah selama masa tersebut.
Kemudian, peran orang tua atau wali murid juga diperkuat. Mereka diminta mendampingi dan mengawasi proses belajar anak di rumah, sekaligus memastikan anak mengurangi aktivitas di luar rumah.
“Kebijakan tersebut tidak membuat aktivitas sekolah berhenti sepenuhnya. Guru dan tenaga kependidikan tetap diwajibkan masuk kerja seperti biasa untuk menyiapkan materi dan tugas pembelajaran, memantau perkembangan belajar siswa serta menyelesaikan administrasi sekolah,” jelasnya.
Selama menjalankan tugas di sekolah, guru dan tenaga kependidikan tetap diminta menerapkan protokol kesehatan, termasuk menggunakan masker.
Disdikbud juga memberikan perhatian terhadap siswa yang harus beraktivitas di luar rumah. Mereka diwajibkan menggunakan masker dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami sesak napas atau gangguan kesehatan lainnya.
Selain itu, sekolah diminta berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk memastikan ketersediaan masker medis, suplemen atau vitamin.
Jika diperlukan, sekolah juga dapat membentuk posko kesehatan darurat atau pertolongan pertama di lingkungan sekolah.
Sementara itu, siswa dijadwalkan kembali mengikuti pembelajaran di sekolah seperti biasa pada Senin, 7 September 2026. Meski, jadwal tersebut masih dapat berubah.
Disdikbud Mahulu membuka kemungkinan memperpanjang masa belajar dari rumah apabila kondisi kualitas udara dan kesehatan warga sekolah belum memungkinkan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Dengan kebijakan ini, perkembangan kualitas udara menjadi salah satu faktor penentu bagi kembalinya peserta didik ke ruang kelas.
Disdikbud Mahulu meminta seluruh satuan pendidikan, guru, tenaga kependidikan dan orang tua mengikuti ketentuan tersebut demi menjaga kesehatan peserta didik selama kondisi pencemaran udara masih berlangsung.
“Masa pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ini dapat diperpanjang menyesuaikan evaluasi perkembangan kondisi kualitas udara dan kesehatan warga sekolah,” terangnya. (*/is)










