KUKAR  

Koperasi Merah Putih Sukarame Fokus Kembangkan UMKM Perikanan

Sekretaris Lurah Sukarame, Indah Fariyani.

KUTAI KARTANEGARA – Kelurahan Sukarame, Tenggarong resmi membentuk Koperasi Merah Putih pada Selasa (27/5/2025) lalu. Pembentukan KMP ini sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi warga.

Rapat pembentukan koperasi ini melibatkan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh masyarakat, serta perwakilan RT dan unsur perempuan.

Pembentukan koperasi ini dilakukan secara partisipatif, dengan tujuan utama mendukung pengembangan usaha kecil, khususnya di sektor perikanan seperti keramba.

Pengurus koperasi berasal dari warga setempat, tanpa melibatkan aparat kelurahan dalam struktur inti pengelolaannya.

“Rapat pembentukan koperasi dilakukan pada Selasa minggu lalu, tepatnya 27 Mei, dan sejak saat itu berita acaranya langsung dibuat,” jelas Indah Fariyani, Sekretaris Lurah Sukarame, Selasa 3 Juni 2025.

Ia menegaskan bahwa aparat kelurahan hanya bertindak sebagai pengawas dalam koperasi ini. Hal ini untuk menjaga independensi dan memastikan bahwa pengurus berasal dari masyarakat secara penuh.

“Kami, termasuk Pak Lurah dan saya sendiri, hanya bertugas sebagai pengawas. Tidak boleh ada keterlibatan langsung dari aparat kelurahan dalam kepengurusan,” terang Indah Fariyani.

Koperasi Merah Putih di Sukarame dirancang untuk mendukung geliat ekonomi lokal. Khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini aktif di wilayah Sukarame.

Potensi utama yang ingin digarap adalah bidang perikanan yang berkembang melalui aktivitas keramba.

“Banyak warga yang menggantungkan hidupnya dari keramba. Jadi, koperasi ini kita arahkan untuk bisa memberikan pinjaman atau bantuan yang bisa memperkuat usaha mereka,” tambahnya.

Dia juga menyebutkan bahwa koperasi akan memfasilitasi skema bantuan dan pinjaman produktif yang langsung menyasar pelaku usaha kecil, agar dapat meningkatkan daya saing dan produksi, terutama dalam bidang budidaya ikan.

“Harapannya dengan adanya koperasi ini, usaha-usaha warga bisa lebih berkembang. Fokus utamanya memang kami arahkan ke sektor perikanan,” harapnya.

Menurut Indah, keterlibatan aktif masyarakat sejak tahap awal pembentukan koperasi menjadi syarat penting agar lembaga ini dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

“Pengurus koperasi memang harus berasal dari warga Sukarame. Ini supaya mereka lebih memahami kebutuhan dan kondisi ekonomi yang ada,” jelasnya.

Koperasi ini diproyeksikan menjadi bagian dari strategi jangka panjang kelurahan untuk mengatasi masalah ekonomi dan mendorong kemandirian warga dalam membangun ekonomi berbasis lokal.

“Dengan adanya koperasi Merah-Putih sebagai wadah, diharapkan berbagai bantuan yang selama ini disalurkan ke pelaku usaha dapat lebih terorganisir, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tutupnya. (adv/r1)