Belanja lewat Siaran Langsung Nge Live Yuk Gratis Ongkir

nge live yuk
Pemkab PPU fasilitasi 4 studio live streaming bagi pelaku UMKM di areal pertokoan Pasar Nenang, Kecamatan Penajam. (Awal/Disway Group)

PENAJAM, REVIEWSATU – Program Nge live Yuk milik Pemkab Penajam Paser Utara untuk pelaku UMKM menawarkan promo menarik untuk berbelanja. Yakni gratis ongkos kirim bagi wilayah Penajam.

Seperti diketahui, program ini baru saja di-launching Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Zainal Arifin, Oktober lalu.

Hadirnya terobosan itu tak hanya membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), namun juga konsumen. Berbelanja tak perlu jauh atau keluar rumah. Jemari cukup berselancar di gawai dengan menonton siaran langsung yang dilakukan pelaku UMKM atau industri rumahan. Kemudian check out melalui marketplace.

“Untuk wilayah Penajam gratis ongkir,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Dinas KUKM Perindag Kabupaten PPU, Syamsul Adha.

Untuk diketahui, program Nge Live Yuk inovasi dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten PPU.

Dimana memfasilitasi pelaku UMKM dengan menyiapkan studio untuk berjualan melalui siaran langsung atau live streaming dengan bekerja sama salah satu e-commerce.

Setidaknya terdapat 4 studio live streaming yang difasilitasi Dinas KUKM Perindag, lokasinya areal pertokoan Pasar Nenang, Kecamatan Penajam.

Namun, saat awak media ini melintasi kawasan itu pada Jumat (1/11/2024), pintu ruangan untuk siaran langsung bagi pelaku UMKM masih tertutup rapat, belum ada aktivitas. “Sementara ini masih menyusun skemanya supaya live streaming bisa terus berjalan,” jelasnya.

Adapun masih menjadi pekerjaan rumah (PR) menyusun jadwal live streaming, baik itu pembagian waktu. Termasuk pendataan pelaku UMKM atau industri kreatif yang dapat memanfaatkan 4 studio siaran langsung. Katanya, semua punya kesempatan untuk berjualan melalui program Nge Live Yuk.

“Pak kadis (KUKM Perindag) sangat konsen membantu teman-teman UMKM. Makanya, kami memperbaiki jadwalnya yang nantinya menyesuaikan jam operasional pasar sampai sore hari,” terangnya.

Meski hanya terdapat 4 studio siaran langsung, namun pelaku UMKM dapat menawarkan atau menjual produknya melalui e-commerce yang telah bekerja sama dengan Dinas KUKM Perindag.

Sehingga, meski tidak melakukan live streaming, konsumen tetap dapat memilih-memilih kemudian melanjutkan check out hingga metode pembayaran.

“Jadi bukannya hanya sekedar untuk live streaming, tapi bisa juga dengan memposting produknya berupa gambar semenarik mungkin,” tandas Syamsul.

Sebelumnya, selama 4 hari sebanyak 50 pelaku UMKM telah diberikan pelatihan mengenai berjualan via sarana media elektronik, mulai menawarkan produk melalui siaran langsung, dan teknik pengambilan foto untuk barang jualan hingga transaksi digital.

Peserta juga telah dibekali ilmu marketing digital, berinteraksi dengan penonton saat siaran langsung, membuat toko online, menghadapi komplain konsumen, serta cara membaca algoritma dalam e-commerce di marketplace. (adv/nos/one)