UTAMA  

Jelang Puncak Arus Mudik, Terminal Bus Lempake Ramai, Sungai Kunjang Sepi

arus mudik
Bus yang menunggu jadwal keberangkatan di Terminal Sungai Kunjang. (Yasinta/ReviewSatu)

Samarinda, reviewsatu.com – Jelang lebaran, bus keberangkatan menuju luar samarinda diprediksi meningkat. Bahkan, diprediksi Sabtu (22/4/2023) merupakan saat puncak arus mudik.

Salah satunya bus keberangkatan Bontang dan Sangatta. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Terminal Lempake Samarinda Suharyanto.

“Puncaknya sampai Jumat. Bisa sampai tujuh bus,” ungkapnya.

Ia mengatakan tingkat keberangkatan kali ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Tahun lalu biasanya Cuma sampai lima bus yang yag berangkat. Tiga menuju Bontang, dua menuju Sangatta. Dengan masing-masing satu bus diisi sekitar 30 seat.

Ya, sejak 2015 lalu hingga kini penumpang bus di Terminal Lempake banyak menurun. Banyak faktor pemicunya. Seperti sudah banyak orang yang memiliki kendaraan sendiri, akses jalan yang sudah bagus, hingga banyaknya kendaraan travel ilegal.

Suharyanto juga menambahkan pentingnya keselamatan penumpang. Untuk memastikan hal itu, diadakan ram cek berkala oleh pihak terkait. Terutama menjelang hari raya.

Di tempat terpisah, di Terminal Sungai Kunjang jumlah penumpang justru sepi. Pada Selasa (18/4/2023) lalu misalnya, tidak sampai 20 penumpang yang memenuhi seat. Hal ini berbanding jauh dengan bus yang tersedia. Yaitu per hari bisa mencapai 20 bus.

Eko Novianto, Koordinator Terminal Sungai Kunjang menyebut bus tersebut berangkat bergantian dengan selang waktu 15 menit. Bus tersebut banyak mencari penumpang di pinggir jalan. Itu pula alasan kenapa penumpang dari terminal terbilang sepi. Namun apabila tidak mencapai target, maka penumpang akan dialihkan kepada bus yang ada di belakangnya. Sehingga mereka tidak jadi berangkat.

Pada terminal yang terletak bersebrangan dengan Dermaga Mahakam Ulu tersebut terdapat tiga tujuan keberangkatan. Yaitu Kota Bangun, Samboja dan Balikpapan. Di antara ketiganya, Kota Bangun merupakan yang paling banyak diminati. Meski begitu, target juga masih sering tak tercapai. Paling banyak terisi 25 dari 50 kursi penumpang. Bahkan ketika sebuah bus baru saja tiba, penumpangnya tidak lebih dari 15 orang.

“Ya beginilah sekarang, kalau dulu penumpang yang cari tiket sekarang bus yang cari penumpang,” pungkas Eko. (dey/boy)