Balikpapan didera isu begal yang merajalela. Video aksi kejahatan itu viral di media sosial. Ramai menjadi perbincangan. Beberapa gambar dan video itu dipastikan hoks. Namun kabar itu berhasil membuat warga Kota Minyak resah.
reviewsatu.com – SEKELOMPOK pemuda ini merespons keresahan warga terhadap isu begal di Balikpapan dengan langkah nyata. Mereka secara heroik membuka layanan pengawalan malam hari.
Aksi mereka diunggah akun media sosial TikTok dengan nama pengguna @swagyboy24434. Sejurus kemudian, ramai mendapat perhatian warganet setelah dibagikan.
Dalam video yang beredar, terpantau sejumlah pemuda mengawal seorang pengendara perempuan yang melintas sendirian di malam hari.
Kelompok pemuda itu menamai layanannya dengan Pos Pengaduan 24434. Mulai terbentuk sekitar satu bulan terakhir. Mereka mengaku biasa berkumpul di kawasan Taman 3 Generasi, sebelum berkeliling pada malam hari.
Anggota kelompok itu terdiri dari Rayhan, Kholis, Rizal, Imario, Erfan, dan Rizki yang rata-rata berusia 20 tahun.
Secara kasat mata saat melakukan pengawalan, mereka tampak seperti kelompok pemuda berkendara sepeda motor yang konvoi tengah malam.
Namun menurut Rayhan, mereka memiliki tugas masing-masing, yakni ada yang memimpin, ada yang penjaga paling belakang, ada pula yang bertugas dokumentasi. Rayhan menyebut pengawalan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
“Kita membantu masyarakat dan membantu kepolisian juga. Jadi sederhananya dalam rangka masyarakat bantu masyarakat,” kata Rayhan, pada Senin (25/5/2026).
Menurut dia, banyak perempuan yang meminta ditemani pulang ketika berkendara sendirian pada malam hari. Permintaan itu muncul setelah berbagai informasi terkait begal ramai dibicarakan di media sosial.
“Kadang permintaan itu melalui pesan langsung dari pemohon di akun Instagram, atau dari orangtua yang anaknya bekerja hingga tengah malam,” jelasnya.
Adapun lokasi tujuan pengantaran para pemotor cukup beragam. Bahkan, kelompoknya pernah mengantar seorang perempuan sejauh kurang lebih 28 kilometer.
“Paling jauh Teritip, itu kami antar dari Jalan MT Haryono,” ujar Rayhan.
Ia menyebut mayoritas perempuan yang mereka antar pulang merupakan pekerja yang baru selesai beraktivitas pada malam hari. Sebagian lainnya disebut sedang bepergian atau jalan-jalan sebelum kembali ke rumah.

Di samping itu, terkadang mereka bukan cuma menerima permintaan pengawalan, melainkan juga patroli. “Seperti tadi malam (24/5/2926, Red), mereka bahkan berpatroli ke seputar kawasan Gunung Bugis atas permintaan warganet,” katanya.
Meski begitu, mereka juga meminta masyarakat agar tidak mudah percaya dengan kabar begal yang mudah disebarluaskan.
“Intinya jangan terlalu percaya dengan media sosial, karena ada yang hoaks dan ada yang benar. Misalnya berita begal di KM 8. Kita sudah patroli ke sana, ternyata itu hoaks,” pungkas Rayhan.
Di sisi lain, isu atau perbincangan terkait dugaan begal yang berkembang akhir-akhir ini di Balikpapan, mencuat setelah warganet mengunggah video dengan narasi pembegalan. Salah satunya terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026.
Aparat kepolisian pun menelusuri viralnya video dugaan begal atau penjambretan di kawasan Jalan Tembusan Transad, samping Politeknik (Poltek), KM 8, Graha Indah, Balikpapan Utara.
Hasil pengecekan di lapangan justru menemukan sejumlah kejanggalan yang membuat narasi dalam video diragukan.
Video yang berdurasi sekitar satu menit itu sebelumnya ramai beredar di media sosial. Dalam unggahan tersebut, seorang pria tampak dipersekusi dan diinterogasi warga karena disebut sebagai terduga pelaku begal. Narasi yang menyertai video menyebut aksi penjambretan terjadi di kawasan KM 8 Balikpapan Utara.
Informasi serupa juga menyebar melalui pesan berantai di aplikasi WhatsApp. Dalam pesan tersebut, seorang pengendara motor mengaku nyaris menjadi korban penjambretan saat melintas di lokasi yang disebutkan.
Menindaklanjuti informasi yang telanjur viral, Kapolsek Balikpapan Utara, Kompol M. Rezsa Aditulloh, bersama Lurah Graha Indah turun langsung melakukan pengecekan ke titik yang disebut sebagai lokasi kejadian, Rabu (20/5/2026).
Bersama Bhabinkamtibmas, Ketua RT setempat, Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) turut mengecek langsung lokasi yang beredar dalam video tersebut.
“Berdasarkan judul ataupun narasi yang ada, kami memastikan itu bukan masuk wilayah Balikpapan Utara, dikarenakan apa yang menjadi konten di media sosial tidak sesuai ataupun tidak cocok dengan kondisi yang ada di lapangan,” tegasnya usai pengecekan.
AKTIFKAN POSKAMLING
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan kembali mendorong masyarakat menghidupkan budaya ronda malam melalui pengaktifan Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) di seluruh RT.
Penguatan sistem keamanan lingkungan tersebut dinilai penting untuk membangun kepedulian warga terhadap kondisi sekitar sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga di lingkungan permukiman.
Asisten Tata Pemerintahan Pemkot Balikpapan, Zulkifli, mengatakan pengaktifan Poskamling menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat menjaga keamanan lingkungan.
“Alhamdulillah, nanti segera kita buat edaran melalui camat, kelurahan, dan RT untuk menggiatkan kembali Poskamling di wilayah masing-masing,” ujar Zulkifli, Senin, 25 Mei 2026.
Ia menyebut, Poskamling tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengamanan lingkungan, tetapi juga menjadi wadah memperkuat gotong royong dan komunikasi antarwarga.
Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan lebih cepat, terutama di kawasan yang masih sepi pada malam hari.
Selain melibatkan warga dan pengurus RT, Pemkot Balikpapan juga akan menggandeng Forkopimcam, aparat kepolisian, TNI, dan Linmas untuk mendukung pengawasan lingkungan.
Personel Linmas nantinya akan membantu patroli berkala di sejumlah titik yang dianggap rawan gangguan keamanan. “Dengan adanya Poskamling, masyarakat bisa lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar dan saling menjaga keamanan bersama,” tuturnya.
VIRAL HOKS
Sebelumnya, media sosial di Balikpapan dihebohkan dengan beredarnya video dugaan aksi begal sadis, yang menampilkan seorang korban dalam kondisi tewas mengenaskan.
Video viral tersebut disertai narasi yang menyebut peristiwa itu terjadi di kawasan SMPN 8 Balikpapan Timur. Namun, informasi tersebut dipastikan hoaks alias palsu.
Polisi menyebut video itu merupakan konten lama dari kasus pembunuhan balita di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Desember 2024 lalu.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy melalui Kapolsek Balikpapan Timur, AKP M. Chusen mengatakan, video tersebut mulai ramai beredar pada, Sabtu 23 Mei 2026 lalu.
Narasinya seorang anak laki-laki menjadi korban kekerasan sadis di wilayah Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur. Informasi itu langsung memicu keresahan warga, terutama para orang tua siswa dan masyarakat sekitar.
“Polresta Balikpapan melalui Satreskrim dan Polsek Balikpapan Timur memastikan informasi yang beredar adalah berita bohong atau hoax,” kata Chusen melalui keterangan resmi tertulis, Senin 25 Mei 2026.
Menurut dia, pihak kepolisian langsung melakukan pengecekan setelah muncul unggahan video disertai narasi provokatif, yang menyebut kejadian itu terjadi di sekitar SMPN 8 Balikpapan Timur. Polisi juga melakukan klarifikasi kepada warga di sekitar lokasi yang disebut dalam postingan viral tersebut.
Dari hasil pengecekan di lapangan, polisi tidak menemukan adanya peristiwa kekerasan, maupun aksi begal sebagaimana informasi yang tersebar di media sosial dan aplikasi percakapan.
Chusen menilai penyebaran informasi palsu semacam itu dapat memicu kepanikan publik dan membentuk opini negatif terhadap situasi keamanan di Balikpapan Timur.
Oleh sebab itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati sebelum mempercayai maupun membagikan informasi yang belum terverifikasi.
Kendati video tersebut dipastikan hoaks, polisi tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, khususnya pada malam hari. Selain itu, jajaran Polsek Balikpapan Timur bersama Polresta Balikpapan disebut terus meningkatkan patroli dan pengawasan.
BURU PELAKU
Sebelumnya lagi, masih di bulan yang sama. Video viral dugaan percobaan pembegalan di kawasan Jalan Mukmin Faisal, Balikpapan Selatan.
Kasus tersebut sebelumnya viral di media sosial setelah korban mengunggah video dan kronologi kejadian. Salah satu korban disebut mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian kaki.
Saat itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud merespons dan berkoordinasi dengan Polresta Balikpapan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan di lapangan.
Ia menekankan, patroli malam perlu diperkuat, terutama di kawasan yang relatif sepi meski memiliki akses jalan yang baik. “Yang saya dapat informasi, itu terjadi di daerah yang sunyi. Padahal jalannya sudah bagus, penerangan juga terang,” ujarnya.
Rahmad secara khusus mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah pada jam-jam larut malam apabila tidak mendesak. Ia juga meminta warga tidak bepergian seorang diri ketika melintas pada waktu rawan.
Kemudian, Pemkot Balikpapan mulai menyiapkan pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah ruas jalan utama.
Program itu, ungkap Rahmad, sudah masuk dalam rencana pemerintah kota tahun ini sebagai bagian dari sistem deteksi dini terhadap tindak kriminal maupun gangguan keamanan lainnya.
“Mudah-mudahan tahun ini dipasang beberapa CCTV di seluruh jalan di Kota Balikpapan,” tegas Rahmad.
Sebelumnya, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy memastikan polisi telah menerima laporan resmi terkait dugaan percobaan pembegalan tersebut.
Polisi kini memburu pelaku dan memeriksa sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Polisi juga memastikan patroli malam akan ditingkatkan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). (*/chn/sls)










