Samarinda, reviewsatu.com – Anggaran untuk sektor pertanian di Kaltim harus ditingkatkan. Hal demikian ditegaskan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis.
“Kami akan bahas di badan anggaran bersama dengan pemerintah provinsi. Selain anggaran pendidikan dan kesehatan sebagai kebutuhan dasar, sektor pertanian pun juga harus dikuatkan,” kata Ananda di Samarinda, Rabu.
Ananda menilai bahwa pendidikan, kesehatan, dan pertanian adalah sektor-sektor yang penting untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Ia mengatakan bahwa hasil pangan harus dimaksimalkan agar Kaltim bisa berdaulat atas pangan.
“Hal yang ke depan perlu didorong yakni infrastruktur pertanian, seperti irigasi, jalan tani, terus segala macam itu juga harus diperhatikan,” ujarnya.
Ananda juga mengapresiasi langkah Penjabat Gubernur Kaltim yang mengusung visi kedaulatan pangan. Ia mengatakan bahwa ia mendukung dan setuju dengan visi tersebut.
“Saya dukung itu. Saya sangat memang Kaltim itu harus duduk pembangunannya dari segala banyak hal aspek lini gitu,” katanya.
Ananda berharap bahwa anggaran APBD dan APBN bisa disinkronkan untuk mendukung pembangunan di Kaltim. Ia mengatakan bahwa ia dan rekan-rekan DPRD lainnya akan bermohon ke pusat agar mendapatkan alokasi anggaran yang memadai, melalui APBD
“Ada APBD ada APBN. Bisa diusahakan dari pusat juga ya? Sama-sama kita bermohon ke pusat. Semuanya,” tutupnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun meminta alokasi anggaran di sektor pertanian perlu ditingkatkan, karena untuk saat ini alokasi pertanian dianggarkan Rp117 miliar, artinya hanya sekitar tujuh persen dari total APBD.
Ia berharap untuk mengarah sektor unggulan dan merealisasikan kedaulatan pangan lokal, sektor pertanian minimal dialokasikan 20 persen.
“Upaya untuk mengunggulkan sektor pertanian pangan masih belum optimal,” ujar Muhammad Samsun. Ia menyampaikan, untuk mengarahkan sektor pertanian menjadi unggulan, minimal alokasi anggarannya sebesar 20 persen dari total APBD, sebagaimana pendidikan dan kesehatan, sehingga itu selaras dengan visi misi Gubernur Kaltim untuk mewujudkan Kaltim Green. (Advdprdkaltim/arf/boy)











