Pemprov Kaltim Akan Bangun Jalan dari Long Pahangai ke Long Apari

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji.

Terhambatnya distribusi bahan pokok ke wilayah hulu Mahakam terus berulang ketika sungai surut. Dari dulu. Pemprov Kaltim pun berencana membuka akses darat Long Pahangai menuju Long Apari untuk membuka isolasi. Kapan mulai diwujudkan?

reviewsatu.comBADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mulai memitigasi terkait potensi terhambatnya distribusi kebutuhan pokok di Mahakam Ulu (Mahulu) akibat surutnya Sungai Mahakam.

Seperti diketahui, Sungai Mahakam menjadi transportasi utama distribusi kebutuhan bahan pokok dan BBM ke wilayah hulu sungai.

Koordinator Pusdalops BPBD Kaltim Cahyo Kristanto mengatakan, kondisi di Mahulu tahun ini muncul lebih awal di bandingkan tahun 2025. Karena itu, BPBD Kaltim bersama Pemprov Kaltim mulai menyiapkan sejumlah langkah mitigasi.

BPBD dan Pemprov Kaltim langsung menggelar rapat terbatas yang dipimpin Sekda Kaltim. Rapat tersebut membahas langkah yang perlu disiapkan untuk menghadapi dampak surutnya Sungai Mahakam di wilayah hulu.

“Jadi memang kemarin sore itu sudah dilakukan rapat terbatas, dipimpin oleh Sekda Provinsi. Kami juga hadir di situ,” ungkap Cahyo, Selasa lalu, (11/8/2026).

Salah satu skenario yang disiapkan adalah mengeluarkan stok pangan dari Pemerintah Provinsi, apabila persediaan bahan makanan di Mahulu mulai mengalami kekurangan.

Namun, berapa banyak stok pangan yang nantinya akan dikirimkan dari provinsi belum dibeberkan. Cahyo baru menjelaskan, skema distribusi tersebut sebagai langkah antisipasi apabila persediaan pangan di Mahulu mulai menipis.

Selain menyiapkan kemungkinan pasokan dari provinsi, BPBD Kaltim juga mendorong pembentukan lumbung pangan di wilayah hulu Mahulu.

Menurut Cahyo, pihaknya telah mengingatkan BPBD Mahulu agar menyiapkan gudang di Long Pahangai dan Long Apari. Tempat tersebut nantinya dapat digunakan untuk menyimpan bahan kebutuhan pokok sebelum kondisi distribusi semakin terganggu.

Konsep lumbung pangan tersebut, tidak harus menunggu pembangunan gudang baru. Jika anggaran menjadi kendala, kata Cahyo, rumah warga atau bangunan desa dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan sementara.

Lumbung pangan tersebut nantinya diproyeksikan tidak hanya menyimpan beras. Kebutuhan pokok lain seperti minyak dan gas juga disiapkan untuk mengantisipasi gangguan pasokan.

“Jadi sembakonya ditaruh di situ, beras, segala macam kebutuhan sampai dengan minyak dan gas. Hal-hal yang mungkin diperlukan warga,” kata Cahyo.

Selain menyiapkan lumbung pangan, distribusi stok dari provinsi juga menjadi opsi apabila kebutuhan di wilayah hulu tidak lagi mencukupi. Pola distribusi seperti tahun sebelumnya dapat kembali diupayakan apabila kondisi jalur sungai semakin sulit.

Langkah yang dilakukan BPBD Kaltim masih berada pada tahap mitigasi dan persiapan. Pemprov Kaltim pun segera menyiapkan jalur pasokan lebih awal, agar ketika distribusi melalui Sungai Mahakam terganggu supaya kebutuhan masyarakat tidak langsung mengalami kekosongan.

“Kami, BPBD Kaltim juga meminta kondisi di lapangan terus dipantau agar setiap potensi gangguan distribusi dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

SOLUSI JANGKA PANJANG

Selain berencana mengirimkan bantuan untuk masyarakat Mahulu, Pemprov Kaltim juga menyiapkan solusi jangka panjang. Yakni mengatasi persoalan akses yang selama ini menyulitkan masyarakat di wilayah pedalaman Mahulu.

Hal itu disampaiakn Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, setelah menerima informasi mengenai kondisi Long Apari, terutama terkait surutnya air yang berdampak pada ketersediaan bahan pangan.

Kondisi geografis Long Apari yang berada jauh di wilayah hulu, membuat distribusi kebutuhan pokok sangat bergantung pada kelancaran jalur transportasi. 

Menurut Seno, Pemprov Kaltim akan menyiapkan akses alternatif yang lebih permanen. Yaitu membuka jalur darat dari Long Pahangai menuju Long Apari.

Untuk mendukung pekerjaan tersebut, Pemprov Kaltim berencana mengirim alat berat dengan menggandeng pemerintah kabupaten. Kerja sama tersebut diperlukan agar pembukaan akses dapat dilakukan sesuai kondisi lapangan.

“Ini sangat penting karena masa depan mereka tergantung dari jalan ini,” ujarnya.

Menurut Seno, keberadaan jalan tersebut bukan hanya menyangkut pembangunan infrastruktur. Akses darat dibutuhkan untuk membuka keterisolasian Long Apari sekaligus memperlancar distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

Dengan akses yang lebih baik, masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada jalur sungai. Kondisi tersebut juga diharapkan dapat memudahkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat ketika terjadi gangguan transportasi.

Pemprov Kaltim akan segera berkoordinasi dengan Pemkab Mahulu untuk menyiapkan langkah pembukaan jalur tersebut. Seno memastikan rencana itu akan didorong sebagai bagian dari penanganan jangka panjang.

“Insyaallah kita akan segera buka,” kata Seno.

Namun, pembukaan jalur tersebut tidak berhenti pada pengerjaan awal. Pemprov Kaltim juga menyiapkan pekerjaan lanjutan pada 2027. 

Seno mengatakan, pelaksanaannya akan bergantung pada ketersediaan anggaran. Rencana tersebut menjadi penting mengingat persoalan akses dapat kembali muncul ketika kondisi sungai berubah. 

Tanpa jalur alternatif, masyarakat Mahulu masih akan menghadapi kendala distribusi, ketika transportasi sungai tidak dapat beroperasi secara optimal.

Karena itu, penanganan yang disiapkan Pemprov Kaltim dilakukan dalam dua tahap. Pertama bantuan pangan menjadi respons terhadap kebutuhan masyarakat saat ini.

Kedua, pembukaan akses Long Pahangai–Long Apari diarahkan sebagai solusi jangka panjang. (*/may/dwa)