JAKARTA, reviewsatu.com – Sosok Timothy Ivan Triono kini tengah menjadi sorotan. Itu setelah gaya hidupnya di media sosial mencuat dan mendapat perhatian publik.
Timothy diketahui merupakan Deputi II Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang turut berada di balik komunikasi pemerintah kepada masyarakat.
Sorotan terhadap Timothy mengemuka setelah Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai gaya hidup yang ditunjukkannya terkesan flexing dan tidak mencerminkan keteladanan seorang pejabat pemerintah.
Sugiat Santoso menilai perilaku tersebut dapat berdampak terhadap citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia dinilai kerap flexing dan menunjukkan gaya hidup hedon.
Sebagai informasi, gaya hidup Deputi II Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Timothy Ivan Triyono juga menjadi bahan perbincangan di media sosial.
Dalam unggahan yang diposting oleh akun Instagram @opposite6890.recon, Ivan juga pernah tersandung kasus suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati. Bahkan, ia mengembalikan uang Rp 200 juta ke rekening penampungan KPK.
Bukan hanya gaya hidupnya yang hedon, Ivan diduga terlibat manipulasi anggaran Bakom di balik Mutual Agency. Anggaran belanja media untuk NTV dikorupsi Rp 1,5 miliar, lalu dibagi-bagikan ke agency lain jadi bancakan.
Dan yang paling menyolok: seorang Deputi menggunakan Patwal, sementara pejabat lain berusaha tampil sederhana. Ini bukan pelayanan,ini melegalkan/arogansi kekuasaan
Disorot DPR
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai perilaku tersebut tidak mencerminkan keteladanan yang seharusnya ditunjukkan pejabat pemerintah. Ia menekankan perilaku tersebut dinilai dapat berdampak terhadap citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Bakom ini kan tugasnya untuk membangun citra yang positif terkait dengan pemerintahan Presiden.Jangan malah sudah tidak mampu membangun citra yang positif terhadap Presiden, malah mendegradasi pemerintahan Prabowo dengan perilaku-perilaku yang tidak menjadi teladan,”ujar Sugiat saat dihubungi, Jumat, 26 September 2026.
Menurutnya, perilaku pejabat pemerintah seharusnya mencerminkan empati terhadap masyarakat. Terlebih, Presiden Prabowo telah mengingatkan jajaran pemerintah untuk memberikan keteladanan kepada rakyat.
“Prinsipnya kita mengecam dan menyesalkan perilaku oknum Deputi Bakom yang flexing, bergaya hidup hedon. Ini tidak mencerminkan apa yang menjadi perintah dari Pak Prabowo bahwa kita harus berempati terhadap rakyat dan harus memberikan contoh keteladanan kepada rakyat,”tegasnya.
Karena itu, dia meminta pimpinan Bakom segera memberikan teguran dan melakukan pendisiplinan terhadap pejabat yang dinilai menunjukkan perilaku tersebut.
“Saya berharap pimpinan Bakom bisa menegur dan mendisiplinkan oknum Deputi Bakom yang berperilaku seperti itu,”ujarnya.
Politikus Partai Gerindra ini menegaskan pimpinan Bakom perlu segera mengingatkan seluruh jajarannya agar menjaga sikap dan menunjukkan keteladanan kepada masyarakat.
“Yang paling penting bahwa kita berharap kepada pimpinan Bakom untuk mengingatkan jajarannya supaya memberikan keteladanan yang baik, memberi empati, dan berperilaku yang simpatik kepada masyarakat,”pungkasnya.
Akan Panggil Qodari
Selain itu, Sugiat Santoso juga meminta Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari menegur Deputi 2 Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Timothy Ivan Triono buntut gaya hidupnya yang hedon.
“Saya berharap pimpinan Bakom bisa menegur dan mendisiplinkan oknum Deputi Bakom yang berperilaku seperti itu,” kata Sugiat saat dihubungi, Jumat, 25 September 2026.
Apabila tak ada perubahan usai ditegur, kata dia, maka Komisi XIII DPR RI akan memanggil Qodari untuk mengklarifikasi terkait hal tersebut.
“Dalam masa sidang ini kan tinggal satu minggu ya. Sementara kita juga sudah ada beberapa isu-isu krusial yang harus segera kita tangani kan. Nanti akan kami rapatkan terkait persoalan itu,” ungkapnya.
“Tapi yang paling penting bahwa kita berharap kepada pimpinan Bakom untuk mengingatkan jajarannya supaya memberikan keteladan yang baik, memberi empati, dan berperilaku yang simpatik kepada masyarakat,” sambung dia.
Poltikus Partai Gerindra ini mengecam perilaku Ivan tersebut. Ia menekankan hal ini bertentangan dengan perintah dari Pak Prabowo bahwa yang mengharuskan berempati terhadap rakyat dan harus memberikan contoh keteladanan.
Profil Timothy Ivan Triyono
Timothy sendiri bukan sekadar pejabat di lingkungan Bakom, ia menjabat sebagai Deputi II dan memiliki kewewenangan dalam pengelolaan anggaran media dengan nilai mencapai Rp60 miliar per tahun.
Timothy Ivan Triyono lahir di Semarang, 11 Oktober 1996, kini usianya genap 29 tahun. Ia merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Pada tahun 2018, Timothy sempat mendirikan CV Karya Dari Hati di Pekalongan dan menjabat sebagai Chief Executive Officer.
Timothy juga pernah bekerja sebagai associate di salah satu firma hukum besar di Indonesia.
Namanya juga tercantum dalam daftar peserta yang lulus Ujian Profesi Advokat Peradi di Jakarta tahun 2020.
Sebelum terjun ke pemerintahan, nama Timothy lebih dulu dikenal melalui aktivitas politik bersama Komunitas Jokowi-Prabowo 2024 atau JokPro 2024.
Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal organisasi tersebut dan pada periode 2021-2022 aktif menggaungkan wacana pasangan Joko Widodo dan Prabowo Subianto untuk Pemilu 2024.
Gagasan tersebut kala itu berkaitan dengan perlunya perubahan ketentuan konstitusi mengenai masa jabatan presiden. Adapun JokPro merupakan komunitas atau kelompok relawan politik, bukan sebuah partai politik.
Kini dirinya resmi menjabat Deputi II Bidang Materi dan Diseminasi Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia atau Bakom RI.
Akun media sosial Instagram Timothy menghilang usai dirinya dituding melakukan penyelewangan anggaran di lingkungan Bakom.
Sebelum akun miliknya menghilang, Timothy kerap memposting foto-foto liburan dengan kemewahan bersama pasangannya. Keduangan tampil dengan tas bernilai puluhan juta serta aksesoris yang glamour. (*/dwa)










