Diskominfo PPU Kampanyekan Bahaya Judol lewat Pementasan Flash Mob

judol
Penampilan Diskominfo PPU dan media saat berikan tarian peringati hari pahlawan di Taman Alun-Alun Penyembolum, Kecamatan Penajam. (Awal/Disway Group)

PENAJAM, REVIEWSATU – Kampanye menghindari judi online bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya lewat pementasan hiburan berupa flash mob yang disajikan pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Pertunjukan itu menceritakan pasangan suami-istri dengan seorang anak yang awalnya hidup sederhana di kampung. Namun, seketika jadi bahan gosip dari tetangga karena merasa terjadi perubahan kehidupan yang mencurigakan.

Apalagi, sang suami kerap bermain judi online secara terang-terangan di pos ronda. Belum lagi, kehidupan yang awalnya tentram, kini rumah keluarga sederhana kerap didatangi dept kolektor dari aplikasi pinjaman online (Pinjol).

Hingga akhirnya, sang suami gelagatnya mulai tercium aparat kepolisian jika bermain judi online. Alhasil, di depan istri dan anaknya diringkus polisi.

“Flash mob yang kami sajikan ini dengan judul Judol adalah maut,” kata Kepala Diskominfo Kabupaten PPU, Khairuddin, di Alun-Alun Penyembolum, Kecamatan Penajam, Sabtu (9/11/2024) malam.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia akhir-akhir ini gencar-gencarnya memberantas judol. Kurun waktu 2 pekan terakhir telah menutup lebih dari 220 ribu situs judol diblokir.

Dikatakannya, kasus judol online menjadi isu serius dan sangat berdampak bagi kehidupan masyarakat. “Hindari judi online dan segala apapun bentuk judi. Dengan pertunjukan flash mob cara teman-teman Diskominfo mengemas untuk mengajak tak bermain judi,” jelasnya.

Tak hanya flash mob berupa judol adalah maut, Diskominfo yang bertindak selaku penyelenggara di Pentas Seni dan Gebyar UMKM menyajikan berbagai pertunjukan lain.

Mulai penampilan tarian dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), stand up comedy dan band dari wartawan, serta pementasan dari pelajar. “Besok (Minggu, Red) bertepatan 10 November hari pahlawan. Makanya kami mengenakan baju warna merah dan putih,” terangnya.

Dirinya menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan penyelenggaran Gebyar UMKM dan Pentas Seni oleh Diskominfo PPU.

Selain berbagai pertunjukan, pada malam itu juga diberikan hadiah bagi penonton yang beruntung menjawab kuis ataupun pengundian nomor kupon.

“Total ada 25 hadiah menarik yang disiapkan. Terima kasih semua yang mendukung seperti KIM rekan media, dan Pj Bupati PPU bersama jajaran yang telah hadir menyaksikan langsung,” pungkas Khairuddin. (adv/nos/one)