Gelombang Besar Hantam Rumah di Pesisir Balikpapan hingga Roboh

Kondisi rumah yang roboh dihantam gelombang di pesisir kawasan Klandasan, Balikpapan Kota.-(Chandra)-

BALIKPAPAN, reviewsatu.com – Gelombang besar yang terjadi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Klandasan, Gang PDI RT 09, Balikpapan, menyebabkan sejumlah rumah warga roboh pada Jumat 10 Juli 2026 dini hari. 

Peristiwa yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.30 hingga 04.44 Wita itu mengakibatkan sedikitnya empat rumah terdampak dengan total 17 jiwa menjadi korban bencana.

Dari pantauan media ini di lokasi, rumah yang hancur akibat terjangan ombak tersebut terbuat dari kayu dan masih dalam kondisi porak poranda.

Salah seorang korban, Misnan (57), mengaku kejadian berlangsung saat dirinya bersiap menunaikan salat Subuh. 

Ia mengatakan tidak ada tanda-tanda rumah akan ambruk sebagaimana biasanya. “Biasanya kalau mau ambruk itu kan miring dulu, ini enggak. Langsung brekk,” kata Misnan, saat ditemui di lokasi, Jumat 10 Juli 2026.

Menurut Misnan, saat kejadian terdapat 10 orang yang berada di rumahnya yang terdiri dari tiga kepala keluarga. 

Dua anaknya beserta anggota keluarga lainnya juga berada di dalam rumah ketika bangunan roboh.

Ia menuturkan seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri meski tidak sempat membawa barang berharga maupun dokumen penting. Seluruh surat-surat penting, termasuk identitas diri dan sertifikat, tertinggal saat rumah ambruk.

“Sertifikat enggak ada, KTP enggak ada, yang lain-lain nggak ada. Bawa diri saja, Alhamdulillah,” ujarnya.

Misnan mengatakan fokus utamanya saat itu adalah menyelamatkan anak dan cucunya. Ia bersyukur tidak ada anggota keluarga yang menjadi korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Yang penting selamat. Soal rumah itu rencana Allah, bisa bikin lagi. Yang penting selamat cucu saya, anak saya, Alhamdulillah,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengatakan informasi awal diterima dari Babinsa yang melaporkan kejadian pada pukul 04.30 Wita. 

Berdasarkan data sementara, tiga rumah kayu roboh akibat peristiwa tersebut.

Usman menjelaskan hasil rapat bersama unsur kelurahan, kecamatan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan BPBD memutuskan pembentukan posko darurat selama tiga hari guna mengantisipasi kemungkinan kejadian susulan. 

Posko tersebut akan dikoordinasikan oleh Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Selain itu, BPBD akan mengusulkan bantuan sosial tidak terencana kepada Pemkot Balikpapan untuk membantu para korban terdampak.

Data sementara yang diterima BPBD mencatat terdapat empat rumah terdampak dengan jumlah korban sebanyak 17 jiwa. 

Seluruh layanan posko nantinya difokuskan kepada warga yang menjadi korban bencana.

Dalam peristiwa tersebut juga dilaporkan terdapat korban luka yang telah mendapatkan penanganan. Seorang bayi sempat tercebur saat kejadian berlangsung, namun berhasil diselamatkan oleh orang tuanya dan langsung mendapat perawatan dari petugas kesehatan.

“Bayi tadi sempat kecebur, tetapi orang tuanya langsung mengambil dan sudah ditangani juga oleh Dinas Kesehatan,” ujar Usman.

BPBD memastikan bayi tersebut dalam kondisi selamat. Hingga Jumat siang, penanganan terhadap para korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari pemerintah daerah dan instansi terkait di lokasi kejadian. (*/chn)