Borneo FC 3-0 Arema, Almeida Bingung sama Timnya

Evan DImas
Evan Dimas cs harus menelan pil pahit di laga perdana BRI Liga 1. (Arema FC)

Samarinda, reviewsatu.com – Borneo FC Samarinda langsung tancap gas di partai perdana mereka di BRI Liga 1 musim 2022/23. Menjalani laga ulangan final Piala Presiden melawan Arema. Tanpa disangka, Pesut Etam menang meyakinkan dengan skor 3-0 pada laga yang dihelat di Stadion Segiri, Samarinda (24/7/2021).

Berbeda dengan penampilan di Piala Presiden. Arema FC bermain lebih terbuka sejak sepak mula. Buruknya organisasi pertahanan mereka ditandai dengan didapatnya 2 peluang di area penalti Arema oleh barisan penyerang Borneo FC di dua menit awal laga.

Kocar-kacirnya pertahanan Alfarizie dkk dimanfaatkan betul oleh skuat Pesut Etam. Terens yang tak terkawal dengan baik di sisi kiri pertahanan Arema. Mengirim bola ke kotak penalti Singo Edan. Penyerang lokal, Hardianto, menyundul bola dengan akurasi yang baik. Gol di menit ketiga. Disambung gol oleh pemain yang sama 3 menit berselang. Juga melalui proses yang sama. Bedanya, jika di gol pertama Terens yang memberi asis. Gol kedua, Lilipaly yang jadi penyumbang asisnya.

Usai dua gol kilat itu. Tempo permainan cenderung lamban. Borneo memilih bermain aman. Sementara Arema bermain tanpa visi. Nyaris tak ada peluang berbahaya yang diciptakan Evan Dimas cs.

Babak kedua mulai, pelatih Arema, Almeida, langsung memasukkan 4 pemain bertipe menyerang. Upaya ini membuat permainan Arema lebih agresif. Tapi tak sanggup meruntuhkan pertahanan Borneo yang hanya dikawal 1 bek tengah murni.

Tensi meninggi jelang bubaran. Dua kartu merah langsung dikeluarkan wasit untuk pemain dari kedua tim.

Sihran, membuat pemain Arema semakin tertunduk lewat golnya ditambahan waktu babak kedua. Juga dari tandukan kepala. Skor 3-0, adalah pembalasan setimpal oleh Borneo pada Arema; yang tak sanggup mereka kalahkan di dua leg final Piala Presiden lalu.

Kata Almeida

Bos Arema, Almeida mengaku bingung dengan timnya. Kebobolan dua gol cepat, tak mampu merespons, adalah dua hal yang membuatnya memiliki kesimpulan. Bahwa Arema benar-benar bermain buruk di laga ini.

“Kami memulai pertandingan dengan ketinggalan 2 gol. Kami mencoba membuat reaksi. Tapi tak ada reaksi (positif) yang terjadi,” ujarnya usai laga.

“Babak pertama sangat buruk. Babak kedua kami coba berimprovisasi untuk menguasai bola. Tapi lawan bisa menghalau sehingga kami kesulitan mencetak gol.”

“Saya tidak tahu (kenapa kebobolan cepat). Kami tidak siap untuk laga ini. Tak ada yang bagus di pertandingan ini.”

“Tapi ini biasa terjadi di sepak bola. Terpenting adalah kami mengerti bagaimana ini bisa terjadi dan bagaimana bisa mengatasinya.”

“Kami akan bangkit di laga selanjutnya,” pungkasnya. (Tbe)