Begini Pandangan Pekerja di Sekitar Bundaran HI Melihat Demonstrasi

Aksi demonstrasi mahasiswa bersama sejumlah elemen masyarakat di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026, menarik perhatian para pekerja swasta yang beraktivitas di sekitar lokasi. (Fajar Ilman/Disway)

JAKARTA, reviewsatu.com – Aksi demonstrasi mahasiswa bersama sejumlah elemen masyarakat di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026, menarik perhatian para pekerja swasta yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Di tengah aksi yang sempat memanas hingga berujung pembubaran massa menggunakan gas air mata, para pekerja memiliki pandangan tersendiri mengenai demonstrasi yang berlangsung di kawasan tersebut.

Ayu, seorang karyawan swasta yang berkantor di kawasan Bundaran HI, mengatakan kebijakan bekerja saat demonstrasi berlangsung biasanya disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Menurut dia, apabila aksi berlangsung ricuh atau situasi dinilai berpotensi membahayakan keselamatan karyawan, perusahaan biasanya mengambil langkah untuk memulangkan pekerja lebih cepat.

Pilihan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) juga dapat menjadi alternatif agar karyawan tetap bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa harus bertahan di tengah situasi yang berisiko.

“Kalau demonya ricuh atau situasinya berpotensi bahaya, biasanya karyawan dipulangkan lebih cepat. Kan bisa kerja remote atau WFH tanpa meninggalkan tanggung jawab pekerjaan,” ujar Ayu.

Meski demikian, Ayu menegaskan bahwa dirinya pada dasarnya mendukung mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi. 

Baginya, penyampaian pendapat tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kondisi keamanan di sekitar tempat kerja juga perlu diperhatikan agar aktivitas pekerja tidak terganggu dan keselamatan tetap terjaga.

Pandangan serupa disampaikan Galuh, karyawan swasta lainnya. Ia mengaku tidak merasa terganggu dengan aksi demonstrasi mahasiswa selama situasi di lapangan masih kondusif.

Menurut Galuh, demonstrasi tidak serta-merta membuat aktivitas kerja harus dihentikan. Selama kondisi keamanan memungkinkan, pekerja tetap dapat menjalankan rutinitas seperti biasa.

Dengan demikian, jam kerja tetap berjalan normal apabila situasi demonstrasi tidak menimbulkan gangguan berarti terhadap aktivitas di sekitar kantor. 

Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Sempat Memanas

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa sempat terlibat aksi dorong-dorongan dan cekcok adu mulut dengan polisi ketika berupaya memasuki area utama Bundaran HI, tepatnya di sekitar Patung Selamat Datang.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan, termasuk meminta pembebasan aktivis yang ditahan. Massa juga meneriakkan tuntutan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turun dari jabatannya.

Selain itu, para peserta aksi mengangkat berbagai persoalan, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga pengangguran. 

Ketegangan kemudian berlanjut di Jalan Imam Bonjol, dari sisi belakang kawasan Bundaran HI. Pada pukul 18.07 WIB, gas air mata ditembakkan saat aparat gabungan TNI-Polri berupaya membubarkan massa.

Pembubaran di Jalan Imam Bonjol tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda. Massa yang berada di kawasan itu akhirnya berhasil dibubarkan.

Bagi pekerja yang berkantor di sekitar lokasi, kondisi demonstrasi menjadi salah satu pertimbangan dalam menjalankan aktivitas harian.

Ketika situasi kondusif, pekerjaan dapat berjalan normal. Namun, apabila kondisi berpotensi membahayakan keselamatan, bekerja dari rumah atau memulangkan karyawan lebih awal dapat menjadi pilihan agar pekerjaan tetap berjalan tanpa mengabaikan keamanan. (*)