Arus Penumpang Udara Lebaran Bandara SAMS Sepinggan Naik 2 Persen Tahun Ini

Suasana Bandara SAMS Sepinggan jelang arus mudik

Balikpapan, reviewsatu.com – Mobilitas penumpang udara selama mudik lebaran melalui Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan diperkirakan menembus 313.170 orang.

Angka tersebut diproyeksikan meningkat sekitar 2 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.

Proyeksi tersebut disampaikan pengelola bandara seiring dimulainya masa operasional Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 yang akan berlangsung selama 18 hari, terhitung mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengatakan peningkatan mobilitas penumpang pada periode lebaran tahun ini menunjukkan tren pemulihan trafik penerbangan yang semakin kuat.

Selain jumlah penumpang, aktivitas penerbangan juga diperkirakan meningkat.

Selama masa angkutan Lebaran, pergerakan pesawat diproyeksikan mencapai 2.677 penerbangan.

Atau naik sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Tidak hanya itu, indikator pemulihan trafik juga menunjukkan perkembangan signifikan.

Recovery rate diperkirakan mencapai 105,41 persen, yang berarti volume pergerakan penumpang di Bandara SAMS Sepinggan telah melampaui capaian sebelum pandemi pada 2019.

“Puncak arus mudik diprediksi jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026,” ujar Iwan saat apel kesiapan pembukaan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 1447 H / 2026, di lobby kedatangan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, pada Kamis (12/3/2026) sore.

Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, pengelola bandara mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 1447 H / 2026.

Pembukaan posko ditandai dengan apel kesiapan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan bandara.

Iwan menegaskan seluruh operasional selama masa angkutan Lebaran akan dijalankan dengan mengacu pada prinsip 3S + 1C.

Yakni Safety, Security, Services, dan Compliance, guna memastikan keselamatan penerbangan, keamanan bandara, kualitas pelayanan, serta kepatuhan terhadap regulasi.

Pihaknya juga mengimbau calon penumpang untuk memantau informasi penerbangan secara berkala, serta datang lebih awal ke bandara, terutama pada periode puncak arus mudik dan arus balik.

“Sinergi antar-unsur, mulai dari Otoritas Bandara, TNI-Polri, AirNav, maskapai hingga ground handling menjadi kunci untuk memastikan layanan yang aman dan lancar,” pungkasnya.