PPU, reviewsatu.com – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) kini mulai melakukan uji coba pola Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) di Desa Sesulu dan Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru.
Pemkab telah menyiapkan lahan percontohan atau demplot seluas 6 hektare untuk penerapan teknologi tersebut. Diharapkan dengan sistem pertanian modern ini dapat mendongkrak produktivitas padi lokal di PPU.
Bupati PPU, Mudyat Noor berharap, diterapkannya pertanian dengan sistem PM-AAS, akan terjadi lonjakan hasil panen dari rerata saat ini sebesar 3,5 ton gabah kering per hektare menjadi 10 ton per hektare-nya.
Langkah ini sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional, di mana PPU mendapat alokasi 3.546 hektare dari total 7.125 hektare target penerapan pertanian modern model PM-AAS di Kalimantan Timur.
Bupati Mudyat optimistis dengan teknologi ini mampu mereplikasi keberhasilan hasil pertanian daerah lain. “Melalui metode yang sama di Sidrap, hasil panen naik drastis dari 5 ton menjadi 12 ton per hektare. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi kita di PPU,” ujar Mudyat.
Tantangan utama pertanian di PPU, kata Bupati, terletak pada kondisi tanah yang memiliki tingkat keasaman tinggi.
Untuk mengatasinya, pengolahan lahan difokuskan pada penggunaan bibit unggul, pemenuhan nutrisi tanah, serta perbaikan sistem irigasi.
Selain itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga disiagakan untuk mengawal adopsi teknologi oleh para petani.
Guna menunjang demplot seluas 6 hektare di Sesulu, pasokan sarana produksi telah disiapkan. Yakni mencakup 1 ton pupuk organik; 900 kg pupuk TSP; 420 kg benih padi unggul; 150 kg pupuk urea; 150 kg pupuk NPK non-subsidi.
Dengan begitu, Mudyat berharap ada peningkatan produktivitas dan mendongkrak pendapatan petani secara signifikan.
Dengan asumsi produksi 10 ton per hektare dan harga acuan pemerintah Rp6.500 per kilogram, jadi nilai kotor hasil panen diperkirakan mencapai Rp65 juta per hektare dalam satu siklus tanam.
“Penerapan pola modern ini diharapkan tak hanya meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani, tetapi juga menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian,” imbuhnya. (*/wal)










