BERAU, reviewsatu.com – Perairan Kaniungan di kawasan pesisir Biduk-Biduk menyimpan potensi wisata selam yang luar biasa.
Namun sayangnya masih minim keberadaan penyelam bersertifikasi, untuk mendukung pengembangan pariwisata di sana.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir, mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman para penyelam, perairan Kaniungan memiliki kekayaan bawah laut yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi Wisata selam.
“Kalau kata teman-teman yang sudah menyelam, di Kaniungan Kecil dan Kaniungan Besar itu biota lautnya cantik sekali. Tidak kalah dengan Maratua maupun Derawan,” ujar Samsiah kepada Nomorsatukaltim jumat 6 Februari 2026.
Meski demikian, hingga kini kawasan Biduk-Biduk belum memiliki diver lokal yang mengantongi sertifikasi profesional. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk memasarkan potensi wisata selam di wilayah tersebut.
Berbeda dengan Maratua dan Derawan yang telah didukung puluhan penyelam bersertifikasi, Biduk-Biduk dinilai masih membutuhkan penguatan SDM sebelum destinasi tersebut dipromosikan secara luas.
“Kalau Maratua, alhamdulillah sudah ada sekitar 40 diver bersertifikasi tingkat rescue. Di Derawan juga ada sekitar 10 orang dengan sertifikasi dive master. Tapi di Biduk-Biduk memang belum ada,” kata Samsiah.
Ia menegaskan, pengembangan wisata selam tidak bisa hanya mengandalkan keindahan alam. Kesiapan SDM, terutama penyelam berlisensi, menjadi faktor penting demi menjamin keselamatan wisatawan sekaligus menjaga kualitas layanan.
Menurut Samsiah, saat ini pemerintah kabupaten tidak lagi memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan sertifikasi diver.
Kewenangan tersebut telah dialihkan ke pemerintah provinsi, sehingga daerah harus menyesuaikan diri dengan kebijakan tersebut.
“Dulu kabupaten bisa langsung melaksanakan sertifikasi kalau ada anggaran. Sekarang kewenangannya sudah diambil alih provinsi, jadi kalau ada program sertifikasi kita harus mengejar dan menyesuaikan,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat Disbudpar Berau mengambil langkah lebih berhati-hati dalam mengembangkan destinasi selam baru.
Pemerintah daerah memilih untuk mempersiapkan SDM terlebih dahulu sebelum memasarkan potensi wisata Kaniungan ke pasar yang lebih luas.
“Jangan sampai kita jual daya tarik wisatanya, tapi SDM-nya belum siap. Itu yang kita hindari,” tegas Samsiah.
Ke depan, Disbudpar Berau berharap penguatan kapasitas diver lokal dapat segera dilakukan agar kawasan Kaniungan dapat menjadi destinasi selam alternatif yang mendukung pengembangan pariwisata bahari Berau secara berkelanjutan.










