Yusan: “Mindset Pariwisata Kita Belum Seperti Bali dan Jogja”

Yusan Triananda
Yusan Triananda ketika menjadi pembicara di kampus Unmul, Rabu (31/8/2022). (boy)

Samarinda, reviewsatu.com – Masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam membangun industri pariwisata di Bumi Etam. Yusan Triananda, salah satu pengusaha pariwisata dan ekonomi kreatif mengurainya satu per satu.

Ia katakan situasi pariwisata dewasa ini sudah berubah. Cara pandang tentang industri ini pun mau tidak mau mesti mengikuti. “Mindset tentang pariwisata masih kurang, seharusnya kalau melayani wisatawan kita berfikir, apa yang kurang,” ucapnya, Rabu (31/8/2022).

Untuk persoalan infrasruktur menurut Yusan masih bisa menyesuaikan. Baik itu akses transportasi atau kebutuhan lainnya. Terlebih dengan adanya IKN, lalu lintas akan semakin padat. Kebutuhan untuk wisata pun juga pasti meningkat.

“Tapi mindset itu yang masih belum siap. Karena memang budaya, industri pariwisata kita idak seperti di Bali, Jogja,” sambungnya.

Yusan cs pun terbesit rencana membuat aplikasi khusus wisatawan. Isinya tidak hanya tentang tujuan destinasi wisata, tapi lebih kompleks. Kata Yusan, banyak aplikasi serupa namun isinya hanya berisi tempat menginap untuk wisatawan, berikut destinasi tujuan. Namun lokasi kerajinan lokal belum pernah termuat.

Baca juga: Industri Pariwisata Solusi Kurangi Pengangguran di Kaltim

“Misal mau tahu dimana lokasi kerajinan rotan atau khas Kalimantan lain seperti minyak aren, itu kan belum ada juga,” sebutnya.

Aplikasi belum bernama tersebut saat ini sedang coba dirintis. Untuk isi atau materinya masih harus dibahas bersama Kedaireka. Sehingga informasi yang disajikan bisa lengkap.

“Umumnya wisata itu kuliner, menginap, kunjungi tempat-tempat klasik. Kalau itu saja kan kurang, perlu lebih tajam lagi,” tegas Yusan.

Sehingga informasi dari aplikasi itu bisa lebih beragam. Sebagai contoh lainnya lokasi hutan tropis yang bisa dijangkau nanti akan masuk dalan database aplikasi. Termasuk areal kelapa sawit.

“Masyarakat yang penasaran ingin lihat areal kelapa sawit juga bisa mengaksesnya.”

Sehingga kalau dalam pariwisata yang tersaji cuma jalan-jalan, menurut bos Hotel Mesra International itu masih kurang. “Sebab orang bosan jgua kakau hanya jalan-jalan, maunya yang lain,” tutupnya. (boy)