Faisal, Konten Kreator Kukar yang Dijuliki Zach King dari Indonesia

Zach King
Postingan instragram Faisal yang mendapat apresiasi dari youtuber Zach King. (ss redaksi)

Kukar, reviewsatu.com – Di sosial media ia lebih dikenal sebagai faisal_vfx. Seorang konten kreator pembuat video ilusi. Di dunia maya, kata sebagian netizen ia dijuluki Zach King dari Indonesia.

Awal Juni 2020 lalu menjadi momen tak terlupakan bagi Faisal. Videonya masuk kanal youtube Zach King dengan judul magic of the month. Di video itu ia menyaksikan aksi Zach yang membuka tablet namun tiba-tiba berubah menjadi buku catatan. Aksi sang ilusionis itu ia adopsi dan seketika tablet yang ia gunakan saat menyaksikan Zach ikut berubah menjadi buku catatan. Lengkap dengan gambar Zach yang sedang beraksi.

Tak diduga video dengan136.753 tayangan di akun instagramnya, saat awal Juni 2020 itu langsung dilirik oleh konten kreator asal Negeri Paman Sam tersebut. Dan puncaknya video kreatif Faisal langsung diupload Zach di akun youtube pribadinya. Tak cuma sekali, tapi berkali-kali Zach memuji Faisal di akun pribadinya.

“Memang dari dulu suka video-video Zach King. Setelah bikin video transisi jadi ingin bikin kayak gitu. Saya pikir, saya bisa buat begitu. Cuma kurang kru sama peralatan, kalau edting masih bisa lah,” terang Faisal pada Update Kaltim.

Mendapat respons positif dari Zach, Faisal kecanduan. Ia kembali membuat video-video ilusi lalu di upload di akun medsos Tiktok dan instagram. Ajaibnya video ilusi tersebut viral. Yang paling banyak mengundang respons netizen adalah ketika ia memakan kue dari jembatan Repo-Repo, Tenggarong. Ceritanya saat itu Faisal sedang duduk santai di tepian Sungai Mahakam dengan latar belakang jembatan. Ia mengambil sendok, lalu memotong bagian jembatan menjadi empat bagian, kemudian mengeluarkan sebuah kue dari situ.

Tentu bukan kue dari jembatan. Semuanya hanyalah ilusi yang dihasilkan dari Adobe after effect dan Cinema 4D, dua aplikasi yang ia gunakan untuk membuat video. Alat yang digunakan adalah kamera iphone karena dianggap lebih bagus untuk fokus ke semua sisi gambar.

Pria kelahiran Loa Tebu, Kukar ini memang banyak melakukan pengambilan gambar di Tenggarong. Bukan tidak ingin ekspansi ke luar daerah, tapi tujuan utamanya adalah memerkenalkan tempat wisata Tenggarong kepada publik. Jembatan Repo-Repo, Taman Kota Raja sampai Jembatan Mahakam adalah lokasi yang sering ia pakai untuk syuting.

Rata-rata videonya berdurasi satu menit dengan waktu pembuatan bisa sampai tiga hari. Mulai dari membuat konsep, mengambil gambar sampai proses editing. Contohnya video tatkala Faisal mengambil tongkang batu bara yang melintas di bawah jembatan lalu mengeluarkan isinya. Itu masih mudah. Yang cukup sulit ketika ia membuatkan video salah satu merek sepeda motor. Pengambilan gambarnya kadang sampai tujuh kali.

Salah satu yang paling rumit adalah video ilusi dengan konsep memutar waktu. Dimana sepeda motor yang ia kendarai tak sengaja menabrak ember hingga tumpah. Dengan konsep memutarbalikan waktu, ia membawa jam dinding lalu memutar arah jarum jam ke arah berlawanan. Seketika itu ember yang tumpah tadi kembali ke posisi semula. Ember yang utuh tadi diambil Faisal, lalu ia mencuci motor menggunakan air di dalamnya.

“Itu yang agak lama, karena air ember tumpah kan perlu waktu kering lagi. Hasilnya kurang maksimal, ngulang lagi,” urai pria yang juga atlet biliar ini.

Konsisten berkarya. Usaha Faisal berbuah manis. Tak cuma rutin viral, tapi juga hasilkan cuan. Kontrak datang bertubi-tubi. Puncaknya Baim Wong paling pertama melirikan pandangan kepadanya. Suami Paula Verhoeven itu langsung menghubunginya menawarkan kerja sama. Ya, dari beberapa iklan yang dibintangi Baim, sebagian besar ide dan konsepnya bersumber dari isi kepala Faisal. Ia yang membuat konsep, ditawarkan kepada Baim, kalau disetujui maka lansgung dieksekusi.

Faisal pula yang mengarahkan apa yang harus dilakukan Baim di lokasi syuting. Hampir mirip peran produser. Kecuali naskah untuk produk. Itu diserahkan kepada tim yang lain. Sayangnya kerja sama itu hanya bertahan sampai empat bulan. Salary yang tidak sebanding dituding menjadi alasan.

“Saya hidup di Jakarta, terus saya juga ada tanggungan keluarga. Ya saya pilih resign sendiri.”

Tapi namanya orang kreatif pasti akan dicari. Tak butuh waktu lama youtuber Hasanjr11 mengontaknya. Salary yang ia terima justru dua kali lipat dari yang diterima saat masih kerja dengan Baim Wong. Tanpa pikir panjang ia terima tawaran itu. Tugasnya sama yaitu membuat konsep video. Sayangnya ia hanya kerja selama tiga bulan lalu memilih pulang kampung ke Tenggarong. Bukan karena tidak betah, tapi lulusan D3 ini ingin mencoba berkarir sendiri. Keputusan tepat.

Lagi-lagi ia dikontrak oleh perusahaan merek sepatu ternama Sebatik. Perusahaan ini milik putra presiden RI, Guruh Soekarno Putra. Sebatik sendiri merupakan produk sepatu yang mengusung konsep desain batik. Menariknya, brand Sebatik, yang sudah bekerja sama dengan salah satu BUMN, akan masuk dalam G20 November mendatang di Bali. Dengan tujuan mengenalkan batik kepada seluruh pemimpin dunia yang hadir. Salah satunya dengan sepatu.

“Produk sudah di kirim ke saya. Saya tinggal bikinkan kontennya aja,” tutur pria kelahiran 1982 ini.

Dilirik orang luar justru dicueki pemerintah sendiri. Sampai saat ini tidak ada perhatian atau dukungan apapun dari Pemkab kepad Faisal. Meski pun dalam videonya ia sering kali menonjolkan Tenggarong. Tapi tidak masalah.

“Yang penting mulai aja dulu. Saya dulu bikinnya pakai hape murah, ngeditnya pake handphne juga. Jadi gunakan saja peralatan yang ada meski minimal, nanti hasil kerja keras pasti akan menyusul,” tutupnya. Faisal adalah gambaran pemuda lokal dengan mimpi internasional. Ia tidak mau menyerah. Awal mula membuat video pun cuma bermodalkan hape Xiaomi. Itu pun bisa mendunia. (cyn)