Selama 2 Jam Samarinda Diguyur Hujan, Warganet Sambut Gembira

Selama sekitar 2 jam hujan mengguyur kota Samarinda dan menggenangi sejumlah ruas jalan.

SAMARINDA, reviewsatu.com – Setelah sekira 3 bulan tak ada hujan, akhirnya Senin 28 September yang ditunggu-tunggu tiba, mengguyur Kota Samarinda. Dari pantauan wartawan, hujan mulai turun pukul 13.30 Wita hingga pukul 15.54 Wita atau sekitar 2 jam itu membuat sejumlah ruas jalan digenangi air.

Genangan terpantau di Jalan Gerilya, Jalan Pramuka, Simpang 3 Lembuswana, serta Jalan Juanda-Kadrie Oening di sekitar jembatan flyover.

Di Jalan Gerilya, air terlihat memenuhi badan jalan. Sejumlah pengendara sepeda motor tetap melintas dengan kecepatan rendah untuk melewati genangan yang menutup permukaan aspal.

Kondisi tersebut membuat sebagian pengendara memilih menepi. Salah satunya Ahmad Rifai (25), yang sedang melintas dari kawasan kota menuju rumah kerabatnya.

“Tadi dari arah kota mau ke rumah kerabat. Karena hujannya makin deras, saya pilih berteduh dulu di pinggir jalan,” kata Ahmad.

Ia memilih menunggu hujan sedikit mereda sebelum kembali melanjutkan perjalanan dengan sepeda motornya.

Di Jalan Pramuka, genangan juga terlihat di sejumlah bagian ruas jalan. Pengendara yang melintas harus memperlambat kendaraan, terutama ketika melewati bagian jalan yang tertutup air.

Sementara di kawasan Simpang Tiga Lembuswana, kendaraan tetap melintas meski permukaan jalan basah dan digenangi air.

Kondisi serupa terlihat di Jalan Juanda-Kadrie Oening, khususnya sekitar flyover, yang kembali menjadi perhatian pengguna jalan setelah hujan berlangsung cukup lama.

Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Kota Samarinda yang diperbarui pada Senin, 28 September 2026 pukul 15.25 Wita, genangan terpantau di 13 ruas jalan.

Selain Jalan Gerilya dan Jalan Pramuka, titik lainnya meliputi Jalan A. Yani, Jalan Mugirejo, Jalan Merdeka, Jalan Remaja, Jalan Damanhuri depan Gang Ogok, Simpang Air Hitam dekat flyover arah Juanda, Simpang Air Hitam Jalan Kadrie Oening, Jalan Pasundan, Jalan Pemuda, Jalan M. Yamin, serta Jalan Jenderal Sudirman.

Dalam laporan tersebut, tinggi muka air atau TMA tercatat berkisar 10 hingga 40 sentimeter. BPBD juga melaporkan tidak ada fasilitas umum yang terdampak genangan.

Selain itu, tidak terdapat laporan pohon tumbang maupun tanah longsor.

Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso menjelaskan kondisi genangan di sejumlah ruas jalan itu tidak berlangsung lama.

“Saat ini semua sudah bisa dilewati kendaraan roda dua dengan lancar. Aman dan tetap berhati-hati saat berkendara,” jelas Suwarso.

Hujan yang berlangsung lebih dari dua jam itu, kemudian ramai dibicarakan di media sosial. Unggahan kondisi hujan dan genangan di akun Instagram @kabarsamarinda_official memunculkan beragam respons dari warganet.

Sebagian menyambut turunnya hujan dengan rasa syukur. Pengguna @fitrynurfadillah93 menulis: “Gak papa ya kangen hujan soalnya. Itu berkah dari Allah jangan ngeluh ya gaess selalu bersyukur,” ucapnya.

Komentar lainnya datang dari @ryoadipraaaa_ yang menanggapi kondisi tersebut dengan singkat. “Alhamdulillah bisa menikmati banjir,” sebutnya.

Di sisi lain, pengguna @andrisma24 menyoroti kondisi saluran air yang menurutnya berkaitan dengan genangan. “Itu gak lihat kah air nya hitam?, nyata dah paritnya ada yg buntu,” tulisnya.

Sementara warganet lainnya, @muhammad_ryan_muttaqien21, menyoroti persoalan sampah yang masih ditemukan di lingkungan masyarakat.

“Bukan hujannya yang salah tapi manusianya masih banyak buang sampah sembarangan, terus di ajak gotong royong pada ogah. Introspeksi diri agar kita menjaga lingkungan kita tetap bersih,” tulisnya. (*/may)