Bocor, Harga BBM Non Subsidi Diperkirakan Naik Awal April

Ramai di media sosial X, awal April 2026 ini, harga BBM non subsidi naik.

JAKARTA, reviewsatu.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi diperkirakan akan naik awal April ini. Bocornya kenaikan BBM ini berdasarkan data terbaru dari Pertamina Patra Niaga yang tersebar laus di media sosial X.

Lonjakan harga BBM non subsidi ini dipicu oleh tren kenaikan harga minyak dunia. Faktor lainnya yakni karena adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Perhitungan harga mengacu pada periode 25 Februari hingga 24 Maret 2026 yang dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Hasilnya menunjukkan adanya perubahan signifikan pada beberapa indikator utama:

– Kurs rupiah melemah sekitar 0,34% menjadi Rp16.877 per dolar AS

– Harga minyak jenis gasoline RON 92 melonjak 62,44%

– Harga gasoil atau solar bahkan naik hingga 90,65%

– Prediksi kenaikan tajam ini nantinya, jika terjadi, akan berdampak langsung pada harga jual eceran BBM non subsidi di Indonesia.

Daftar Perkiraan Harga BBM Non Subsidi Per April 2026

  • Pertamax
    Rp17.850 / liter Naik Rp5.550
  • Pertamax Green 95
    Rp19.150 / liter Naik Rp6.250
  • Pertamax Turbo
    Rp19.450 / liter Naik Rp6.350
  • Pertamina Dex
    Rp23.950 / liter Naik Rp9.450
  • Dexlite
    Rp23.650 / liter Naik Rp9.450
⚠️
Disclaimer: Data ini masih merupakan perkiraan saja dan belum data fix atau final. Masih bisa berubah dan tidak bersifat tetap. Akan disesuaikan secara resmi pada 1 April 2026.

Perkiraan kenaikan paling signifikan terjadi pada produk solar seperti Dexlite dan Pertamina Dex yang terdampak lonjakan harga minyak global. Ini tidak lepas dari kondisi geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Ketegangan tersebut menyebabkan gangguan pasokan minyak dunia, termasuk di jalur strategis Selat Hormuz. Akibatnya, sekitar 20 persen distribusi minyak global mengalami hambatan, sehingga harga minyak mentah melonjak drastis.

Dampak ke Konsumen dan Pasar Akibat Kenaikan BBM

Dengan kenaikan harga BBM non subsidi yang cukup tinggi, potensi perubahan perilaku konsumen pun meningkat. Sebagian pengguna diperkirakan akan beralih ke BBM yang lebih ekonomis atau subsidi.

Selain itu, disparitas harga antara Dexlite dan Pertamina Dex tetap dijaga sekitar Rp300 per liter, meski tren kenaikan tetap tinggi di kedua produk tersebut.

TANGGAPAN NETIZEN

Netizen langsung ramai menanggapi kabar yang belum dikonfirmasi kebenarannya. Ada juga yang menyinggung omongan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kalau harga BBM aman. 

“Dugaan gw si dr yg sudah-sudah, mereka share info begini, naik tinggi sampai 17 ribu. Tapi nanti mereka naikkan paling kisaran 14-15 ribu. Untuk memberi efek psikologis aja “ah naiknya ternyata ga terlalu tinggi,” tulis netizen. 

“Siapa yang kemarin percaya omongan Bahlil? Yg bilang stok BBM di Indonesia aman, diprank gak tuh kelen semua,” tulis netizen.  

Sebelumnya, pemerintah memastikan bahwa tidak akan ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dalam waktu dekat, meski situasi geopolitik di Timur Tengah memberikan tekanan pada harga minyak mentah dunia.

Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan apa-apa. Sekali pun ada terjadi kenaikan harga minyak akibat perang Israel, Amerika, dan Iran,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

HARGA PERTALITE

Sementara itu, Pertalite tidak ada dalam bocoran daftar baru harga BBM 1 April yang beradar di jejaringan media sosial. Dengan tidak adanya BBM jenis Pertalite ini kemungkinan harga BBM subsidi yang menjadi andalan masyarakat tidak mengalami kenaikan atau koreksi.

Sejauh ini Pertalite yang merupakan BBM bersubsidi memang selalu tidak mengalami kenaikan harga meskipun harga BBM non subsidi mengalami kenaikan.

Berbagai negara seperti India, Vietnam, Malaysia, Thailand dan Filipina telah melakukan penyesuaian harga.

Berikut Daftar Harga BBM Negara Asia:

🇸🇬 Singapura

  • Bensin RON 95
    Rp28.359 2,91 SGD / Liter
  • Bensin RON 92
    Rp37.964 2,88 SGD / Liter
  • Bensin RON 98
    Rp45.082 3,42 SGD / Liter

🇵🇭 Filipina

  • Bensin RON 91
    Rp15.843 56,65 PHP / Liter
  • Bensin RON 95
    Rp16.263 58,15 PHP / Liter
  • Bensin RON 100
    Rp19.017 67,99 PHP / Liter
  • Energi Surya
    Rp15.870 56,74 PHP / Liter

🇻🇳 Vietnam

  • Bensin RON 95
    Rp15.678 24.330 VND / Liter
  • E5 RON 92
    Rp18.088 28.070 VND / Liter

🇲🇾 Malaysia

  • Bensin RON 97
    Rp19.199 4,55 MYR / Liter
  • Bensin RON 95
    Rp8.396 1,99 MYR / Liter
  • Solar
    Rp19.923 4,72 MYR / Liter

🇹🇭 Thailand

  • Gasohol E85
    Rp12.833 24,79 THB / Liter
  • Gasohol E20
    Rp14.520 28,05 THB / Liter
  • Gasohol 91
    Rp16.917 32,68 THB / Liter
  • Gasohol 95
    Rp17.108 33,05 THB / Liter
  • Bensin (Petrol)
    Rp21.559 41,64 THB / Liter
  • Super Power Diesel
    Rp23.112 44,64 THB / Liter
  • Super Power Gasohol 95
    Rp21.766 42,04 THB / Liter

Sedangkan Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sempat menyampaikan jika pemerintah belum mengambil kebijakan kenaikan harga maupun pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Menurut Bahlil pemerintah akan terus mempertahankan kebijakan subsidi energi seperti yang berlaku saat ini, bahkan tidak ada opsi pembatasan subsidi maupun penyesuaian harga BBM dalam waktu dekat.

“Sampai dengan sekarang kita belum ada opsi untuk membatasi subsidi. Artinya belum ada kenaikan untuk subsidi. Masih tetap sama,” terangnya. (*/dwa)