Samarinda, reviewsatu.com – Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam mengaku prihatin dengan realita perpolitikan saat ini.
Ia bilang bahwa, orang yang memiliki modal besar bisa mengalahkan pihak yang punya gagasan.
“Realita politik sekarang, yang punya uang, itu yang akan dipilih,” terang Andi Sofyan.
Kegiatan sosialisasi 4 pilar sendiri dihadiri oleh puluhan driver ojek online (ojol) di Samarinda.
Andi menambahkan, praktik seperti ini justru menciderai nilai demokrasi sebenarnya.
Karena pihak yang punya gagasan dan semangat pembaharuan, justru akan mudah dikalahkan dengan yang memiliki banyak modal.
Karena itu Andi pun sempat menyetujui jika pemilihan kepala daerah dipilih oleh DPRD. Ia menyebut, pemilu langsung sebenarnya bukan agenda reformasi, mengutip pernyataan mantan menteri Ryass Rasyid.
Makanya setelah reformasi, pemilihan dilakukan lewat DPRD. Termasuk dirinya yang dipilih oleh legislatif.
Barulah pada 2004 dilakukan pemilu langsung dengan dipilihnya Presiden SBY. Tapi itu pun punya konsekuensi.
“Masyarakat kita masih banyak yang buta huruf, masih banyak pendidikan yang rendah, tiba-tiba dikasih pemilihan langsung,” tambah Sofyan Hasdam.
Atas salah satu dasar itulah ia mengusulkan aga Pilkada dikembalikan ke DPRD. Alasan utama demi meminimalisasi terjadinya praktik politik uang di masyarkat. Meski pun saat ini, bentuk dan teknisnya masih belum dibahas.
Sembari menunggu kejelasan regulasi, mantan wali kota Bontang ini juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur dengan praktik yang mencoreng nilai-nilai kebangsaan itu sendiri.
“Saya ingin ingatkan kembali agar nilai-nilai kebangsaan tersebut bisa kita terapkan di semua lini kehidupan,” kata Sofyan, usai kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaa pada Rabu (4/2/2026) kepada para driver ojol, di Samarinda.
Andi Sofyan menambahkan masyarakat punya peran penting dalam membangun bangsa. Termasuk para driver ojol.
Meski berprofesi sebagai driver, para ojol juga terap harus mendukung pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah.
“Nilai-nilai kebangsaan itu banyak bentuknya. Seperti menghormati pelanggan dan mematuhi aturan lalu lintas. Itu namanya menjalankan integritas. Kemudian mendukung pembangunan nasional. Itu juga bagian dari mengamalkan 4 pilar tadi,” jelasnya.
Sebagai informasi, 4 pilar kebangsaan tersebut mencakup Pancasila, UUD, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. (MG)










