Harga Tinggi Bukan Masalah, Ketersediaan Bahan Pokok Jadi Prioritas Warga Desa Senambah

bahan pokok
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Julfansyah. (ist)

KUTIM, REVIEWSATU – Warga Desa Senambah, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur mengeluhkan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di daerah mereka.

Aspirasi yang disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Julfansyah, masyarakat di sana paham akan sulitnya pengiriman karena geografis yang jauh. Salah satu dampaknya adalah kenaikan harga yang cukup tinggi dibanding perkotaan.

Namun soal harga, hal ini disadari masyarakat Desa Senambah sebagai konsekuensi. Yang terpenting, ketersediaan bahan kebutuhan pokok bisa terjamin.

“Masyarakat di sana tidak pernah mempermasalahkan harga mahal seperti di kota. Di perkotaan, kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) sebesar Rp500 saja sudah cukup untuk memicu aksi protes. Sementara di desa, harga bisa mencapai Rp10 ribu hingga Rp12 ribu, namun mereka tidak mengeluh selama barangnya ada. Itu yang terpenting bagi mereka,” ujar Julfansyah saat ditemui awak media, (7/11/2024).

Ketua Komisi D itu juga menyampaikan bahwa mayoritas penduduk Desa Senambah bekerja sebagai petani dan pekebun. Terutama di sektor kelapa sawit, dengan sebagian kecil bekerja di bidang perikanan.

Ia menambahkan, bahwa masyarakat setempat mengelola lahan perkebunan mereka secara mandiri tanpa adanya subsidi atau bantuan dari pemerintah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mata pencaharian di desa tersebut terbentuk melalui program pemerintah. Namun ia mendorong pemerintah daerah untuk memberikan dukungan lebih lanjut kepada warga. Hal ini bertujuan agar warga Desa Senambah dapat lebih mudah menjalankan kegiatan ekonomi mereka.

“Pemerintah seharusnya menyediakan perlengkapan yang mendukung sektor perikanan, pertanian, dan perkebunan di desa ini,” tutup Julfansyah. (adv/one)

Post View : 607