Berjuang Pertahankan Minat Baca Masyarakat Lewat Perpustakaan

buku perpustakaan
Perpustakaan Kota Samarinda. (salasmita)

Samarinda, reviewsatu.com – Di siang terik, di Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda. Semua peluh itu berubah sejuk ketika masuk ke dalam perpustakaan di jalan tersebut. Pendingin ruangan menyambut semriwing. Sejuk. Di sini beberapa pengunjung terlihat serius memilih-milih buku bacaan. Lainnya santai membuka lembaran demi lembaran di atas meja.

Tim redaksi menyambangi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Samarinda, Erham Yusuf. Perpustakaan Samarinda memang terbilang unik. Anggaran untuk membangun ulangnya mencapai Rp 10 miliar. Dimana Rp 4,5 miliar merupakan bantuan dari APBN. Maka jadilah perpustakaan yang termasuk terbaik nasional ini.

Erham mulai menunjukkan tren kunjungan dan pinjaman buku. Saat pandemi angkanya sempat melandai karena harus tutup sementara. Lalu dibuka lagi awal 2022. Periode Februari hingga Desember 2022 kunjungannya adalah sebanyak 17.366 pengunjung. Di dominasi mahasiswa sebanyak 7.733 kunjungan dan sisanya berasal dari pelajar TK hingga SMA, guru atau dosen, karyawan dan umum.  Sementara periode 2023, kunjungan yang terdata sejak Januari hingga April adalah sebanyak 11.354 pengunjung. Masih didominasi oleh mahasiswa sejumlah 5.912 kunjungan.

“Dari pantauan dan data kami, para pelajar dan mahasiswa menjadi pengunjung yang paling banyak karena adanya kebutuhan tugas sekolah maupun kuliah,” ujar Erham.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Samarinda Erham Yusuf. (Salasmita)

Erham juga membeber peminjaman buku fisik selama periode 2022 yakni sebanyak 1.851 buku. Sementara Januari-April 2023 tercatat sebanyak 1.227 buku. Adpun peminjaman buku digital pada periode 2022 sebanyak 255 buku dan pada Januari-April 2023 sementara sebanyak 49 buku.

Adapun jenis buku yang dipinjam paling banyak pada 2022 adalah Ilmu Sosial dengan 747 pinjaman dari total 3923 eksemplar pinjaman. Tren jenis buku yang dipinjam pada 2023 tak berubah, tetap didominasi oleh Ilmu Sosial dengan jumlah pinjaman sementara sebanyak 503 eksemplar. DPK sendiri belum memiliki data buku digital berdasarkan jenis.

“Untuk peminjaman buku digital belum sebanyak buku fisik, karena jumlah buku yang tersedia juga masih lebih banyak yang fisik,” sebutnya.

Baca juga: Modarnya Industri Perbukuan, Minat Baca yang Rendah atau Sulitnya Mendapat Buku Berkualitas?

DPK juga berupaya menyediakan perpustakaan keliling, hingga menyediakan perpustakaan digital yang bisa diunduh melalui seluler. Pengembangan fisik juga dilakukan. Tujuannya agar pengunjung betah berlama-lama duduk di bangku perpustakaan. Untuk tahun ini, DPK berencana memerluas bangunan gedung menjadi tiga lantai. Termasuk menambah gazebo di sekitaran taman perpustakaan. Berkaca pada hal tadi, minat baca masyarakat Samarinda sebenarnya masih ada. Menjaga minat baca ini tetap terjaga itulah yang menjadi tugas DPK dan semua pihak saat ini. Agar industri buku tetap laku, tidak kalah bersaing dengan buku digital. (sal/boy)