Samarinda, reviewsatu.com – Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda mengalokasikan sekitar Rp 29 miliar dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2024, untuk peremajaan armada dan peralatan penyelamatan.
Hal itu disampaikan Kepala Disdamkar Samarinda Hendra. Ia mengatakan telah melakukan perencanaan untuk APBD murni tahun anggaran 2024. Hal ini disampaikannya usai melakukan reapt dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Samarinda belum lama ini.
“Kegiatan kami adalah mengadakan pembelian peremajaan mobil damkar dan kemudian peralatan rescue untuk penyelamatan,”ungkap Hendra.
Khusus pengadaan armada damkar, Hendra menyatakan bakal mengusulkan minimal dua unit. Pengadaan tersebut bersifat mendesak. Sebab armada yang ada saat ini sebagian besar digunakan mulai tahun ’70-an. Khawatirnya mengalami penurunan fungsi karena faktor usia.
“Karena mobil kami ada yang sudah dari jaman Majapahit dulu, jadi kalau bisa ada pembaharuan,” ucap Hendra dengan kelakarnya.
Untuk penambahan peralatan penyelamatan juga sangat dibutuhkan karena Damkar yang tidak hanya bertugas untuk melakukan pemadaman kebakaran semata, tapi juga operasi penyelamatan dari berbagai peristiwa, termasuk kecelakaan transportasi darat atau air.
“Operasi tangkap tawon, ular, monyet, biawak dan sebagainya. Bahkan pemotongan cincin hingga barang terjatuh di gorong-gorong, kami juga yang dipanggil,” ujar Hendra.
Disdamkar juga mengusulkan adanya hidran pemadam kebakaran, yaitu titik sambungan untuk petugas pemadam kebakaran tanpa perlu membawa tangki air. Hendra mengatakan, pihaknya melakukan pengadaan hidran tersebut secara bertahap dengan prioritas pemasangan di jalan-jalan sempit dimana mobil pemadam kebakaran tidak bisa lalui.
“Tahun depan, satu 1 unit. Rencananya di Jalan Dr Soetomo, daerah yang rawan kebakaran karena kebanyakan rumahnya terbuat dari kayu,” imbuhnya.
Disdamkar pun berharap agar anggaran mereka bisa meningkat. Sehingga program-program yang diajukan pun bisa terealisasi lebih maksimal.(sal/boy)










