H+3 Lebaran Puncak Kepadatan Lalu Lintas, Kawasan Perbelanjaan Jadi Titik Teramai

lalu lintas
Suasana kemacetan di Gunung Manggah saat H+3 lebaran Idulfitri. (istimewa)

Samarinda, reviewsatu.com – Puncak kepadatan lalu lintas di Kota Tepian terjadi pada H+3 lebaran atau Minggu (22/4/2023) lalu. Penumpukan kendaraan terjadi di pusat perbelanjaan.

Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Creato Sonitehe Gulo menyebut kepadatan pada hari itu bisa segera diatasi. Tempat-tempat yang padat yaitu sekitaran Samarinda Central Plaza (SCP) dan wilayah Sungai Dama dikarenakan ada kendaraan yang mogok. Selain itu, kepadatan tersebut terjadi karena banyak warga yang keluar untuk bersilaturahmi. Baik warga lokal maupun dari luar Samarinda.

“Kemacetan tersebut bukan terjadi karena arus mudik melainkan karena orang mengunjungi keluarganya hingga terjadi macet sesaat,” sebut Gulo.

Sehingga untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dilakukan penguraian kendaraan dan menunggu volume kendaraan berkurang dengan sendirinya.

“Karena itu kan momen masyarakat setahun sekali sehingga tidak mungkin kita menghentikan,” tambah perwira berpangkat satu melati tersebut.

Untuk mengantisipasi hal tersebut Polresta Samarinda sebelumnya sudah mendirikan posko di tempat-tempat strategis. Seperti pelabuhan, terminal, bandara, tempat wisata dan pusat perbelanjaan.

Gulo menyebut tempat-tempat tersebut dianggap strategis karena sudah berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya. Ia pun menyebut tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Saat ini masyarakat sudah lebih bebas karena tidak lagi ada pembatasan akibat pandemi. Namun hal tersebut justru membuat berkurangnya aktivitas warga di dalam kota. Sebab beberapa warga pulang ke kampung halaman masing-masing. Sehingga kepadatan aktivitas lebih banyak di bandara dan pelabuhan.

Selain membangun posko, hal yang dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan yaitu menyiapkan rekayasa lalu lintas. Seperti rekayasa lalu lintas di sekitar pusat perbelanjaan Samarinda Central Plaza (SCP) bila terjadi kepadatan. Kemudian Sungai Dama. Seperti beberapa waktu lalu terdapat mobil mogok sehingga menyebabkan kepadatan arus lalu lintas, maka jalan dialihkan melalui Jembatan Mahkota II.
“Namun hingga saat ini belum diperlukan rekayasa yang bersifat tetap untuk menghadapi arus mudik. Hanya disiapkan rekayasa yang bersifat isidentil,” sebut Gulo.

Dengan kata lain tingkat kemacetan pasca lebaran tidak terlalu berbeda dengan hari-hari biasa.
“Untuk wilayah Samarinda tidak terjadi hal-hal yang signifikan,” pungkas Gulo. (dey/boy)