Truk Gandeng “Manggah” di Jalan Otista, Arus Lalu Lintas Terputus

Truk otista
Kondisi truk di Jalan Otista yang sedang ditarik tim evakuasi. (Yasinta/reviewsatu)

Samarinda, reviewsatu.com – Sebuah truk gandeng terhenti di tengah Gunung Manggah, Jalan Otto Iskandardinata (Otista), kelurahan Sungai Dama, Samarinda Ilir, Rabu (18/1/2023). Akibatnya kendaraan tidak bisa melintas dan harus melalui jalur alternatif.

Muhaimin, tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda menjelaskan jalur Selili, Gerilya hingga Jembatan Mahkota alami kemacetan.

Kejadian bermula sekitar pukul 02.45 dini hari tadi. Akibat tidak kuat menanjak, truk pun terhenti dengan posisi melintang, menutupi kedua sisi jalan. Berbekal informasi warga, TRC pun langsung turun ke lapangan. Usut punya usut, truk yang membawa alat berat tersebut milik perusahaan PT Daya Yesa.

Yasinta/reviewsatu

“Perusahaan dari pagi susah dihubungi. Tapi kami sudah koordinasi dengan perusahaan. Ini sedang menunggu alat yang mau narik (truk,red). Nunggu eksavator di daerah kuburan cina di Jalan Rumbia,”terangnya.

Guna menghindari adanya korban jiwa, sopir truk diminta stand by di dalam truk, untuk menjaga hidrolik angin dengan terus menginjak rem. I tidak diperkenankan keluar hingga situasi kondusif.

“Karena kalau tidak begitu bisa temundur,” sambungnya.

BPBD juga sudah berkoordinasi dengan warga dan pihak terkait untuk menarik truk. Ketika truk sudah ditarik hingga ke atas gunung akan langsung disita sampai pihak perusahaan mengganti rugi semua biaya.

“Truk rencana mau ke Anggana. Supir truk belum keluar dari pagi dari mobil menjaga rem,” tambah Muhaimin.

Akibat kejadian ini, akses dari Selili, Jalan Perjuangan, Gerilya hingga Jembatan Mahkota sempat terjadi kemacetan. Khusus jalur Selili masih bisa dilintasi meski pun cukup padat kendaraan melintas.

Sementara itu, Herman (58) Warga Gang 1 Jalan Otista menambahkan truk sebelum salat subuh sudah tidak kuat menanjak.

“Tim evakuasi datang dari pagi. Ini kejadian kedua. Tahun 2022 ada juga sekali. Mobil memang sudah waktunya jalan sebelum subuh. Jadi warga tidak protes. Kalau lewat setelah subuh baru di tegur oleh warga sekitar,” keluh pria yang juga pensiunan staff akademis Unmul.

Hingga berita ini dibuat proses evakuasi truk masih berlangsung. (dey/boy)