Berita  

Pulau Kumala Kapan Buka?

Kukar, reviewsatu.com – Kutai Kartanegara (Kukar) tidak bisa tumbuh berkembang hanya mengandalkan kekayaan alam migas dan batubara. Karena itu, harus membangun sektor lain untuk menambah pemasukan daerah. Yang paling berpotensi besar adalah sektor pariwisata. Dan ini pernah disampaikan Rita Widyasari dimasa jabatannya.

Namun kondisi tersebut masih jauh dari harapan. Masih banyak obyek wisata di Kukar. Yang terbengkalai dan mangkrak. Salah satunya adalah ikon Kota Raja sejak era Bupati Kutai Syaukani HR yakni Pulau Kumala. Sejak tidak diperbolehkan buka selama 2 tahun karena pandemi Covid-19, Obyek wisata ini sangat dinanti-nantikan para pengunjung. Namun hingga kini tak juga kembali beroperasi.

Terlihat pagar masuk melalui Jembatan Repo-Repo masih tertutup rapat. Ruang beli tiket pun hanya digunakan beberapa orang untuk berteduh. Dari kejauhan, kondisi Pulau Kumala terlihat seperti hutan dan kumuh. Banyak rumput ilalang yang tumbuh tinggi.Bahkan beberapa waktu lalu. Setelah lebaran. Ada sahabat saya dari Balikpapan bernama Satria bertanya. Apakah Pulau Kumala buka? Karena dia berencana membawa keluarga dari Jakarta kesana. Namun dengan berat hati saya mengatakan kalau Pulau Kumala belum buka sejak pandemi pertama kali tahun 2019. Dan akhirnya ia bersama keluarga memilih mengujungi Museum Mulawarman.

Ya saat ini. Hanya Museum Mulawarman, obyek wisata yang dikelola UPTD Disdikbud Pemprov Kaltim yang sudah beroperasi normal di Tenggarong. Termasuk Taman Kota Raja di dekat Jembatan Kartanegara. Obyek wisata yang dikemas mirip Taman di Singapura ini telah menjadi obyek wisata idola oleh masyarakat Tenggarong maupun tamu dari luar. Tentu saja, Taman Kota Raja ini merupakan gagasan atau ide cemerlang seorang Rita Widyasari, Bupati Kukar sebelumnya. Selain itu. Obyek wisata lawas yang ada di Tenggarong milik Pemkab Kukar lainnya adalah Planetarium, Waduk Panji, Museum Kayu. Namun kunjungan wisatawan ke sana tak seramai Taman Kota Raja maupun Museum Mulawarman.

Kembali ke Pulau Kumala. Dari keterangan pihak Dinas Pariwisata Kukar. Belum beroperasinya Pulau Kumala karena masih dilakukan perbaikan jaringan listrik. Hal itu disampaikan M Ridha Fatrianta, selaku Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata. Ia menjelaskan, pada 2021 saat kondisi mulai membaik. Pihaknya menemukan adanya kerusakan jaringan listrik tegangan menengah yang menuju Pulau Kumala.

“Ada kabel bawah tanah yang trip. Dan sekarang masih proses perbaikan oleh pihak PLN,” kata Ridha melalui aplikasi pengirim pesan whatsapp, Jumat (26/5/2022).

Pasalnya, apabila sampai terjadi trip atau gangguan pada jaringan listrik tegangan menengah ini. Besar kemungkinan akan mengganggu jaringan listrik lainnya yang ada di Tenggarong. “Bukan hanya perbaikan listrik. Saat ini kita juga sedang melakukan perbaikan wahana. Tapi yang terpenting adalah jaringan listriknya dulu,” urai Ridha.

Ia pun berharap, Mei ini permasalahan tersebut sudah selesai. Dan Pulau Kumala bisa segera beroperasi lagi. Namun ia pun menyampaikan bahwa ada perubahan harga tiket untuk orang dewasa. Yakni menjadi Rp 10 ribu per orang. “Semoga nggak ada masalah lagi. Tapi kalau masih terkendala listrik. Nggak tahu lagi dah. Soalnya perbaikan dilakukan dari ujung jaringan. Dan tinggal terakhir kita akan cek komponen gardu depan PLN,” ungkapnya.

PASTIKAN AMAN

Anggota DPRD Kukar, Ria Handayani berharap Pulau Kumala segera beroperasi kembali. Agar bisa membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata. Namun ia menegaskan, jangan asal buka saja. Pastikan semua aman. Mengingat saat ini Pulau Kumala sudah seperti hutan rimba. “Pasti banyak ularnya itu. Terus jangan sampai di waduknya di dalam pulau ada buayanya. Kan belakangan ini banyak buaya bermunculan di Mahakam,” tegasnya.

Sehingga keamanan bagi pengunjung dapat terjamin. Jangan hanya mementingkan pendapatan atau keuntungan dari penjualan tiket. “Bersih-bersih saja dulu. Buat Pulau Kumala seperti dulu. Rapi Indah Tentram dan Aman (RITA),” pinta wanita yang akrab disapa Ka Iyak ini. (bgs)