Samarinda, reviewsatu.com – Beberapa pekan terakhir masyarakat mengeluhkan kenaikan harga beras yang menjelit tinggi. Masyarakat bisa merogoh kantong hingga Rp 380 ribu untuk membeli beras ukuran 25 kilogram.
Hal ini pun menjadi sorotan oleh DPRD Kota Samarinda. Salah satunya ialah Anggota Komisi II, Kamaruddin.
Ia meyakini bahwa kenaikan harga beras terjadi karena stok terbatas akibat gagal panen petani. Kondisi ini tidak hanya dialami di Kota Samarinda, namun secara nasional.
Diketahui, pemerintah pusat berencana untuk mengimpor sebanyak 3 juta ton beras dari Thailand untuk menekan kenaikan harga beras. Tetapi, lanjut Kamaruddin, jika harga beras terus meninggi, maka diduga ada permainan harga.
“Sudah banyak laporan yang masuk. Nanti secepatnya kita lakukan pemanggilan SKPD dan agen-agen beras di Samarinda,”ucapnya.
Pun apabila kondisi ini terus mengkhawatirkan, maka Komisi II akan memanggil OPD terkait dan agen beras di Samarinda.(ADV/DPRDSAMARINDA)










