Samarinda, reviewsatu.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana merenovasi Stadion Segiri. Keseriusan itu ditunjukkan dengan kunjungan kedua ke stadion sekaligus menyusun Detail Engineering Design (DED) proyek.
Anita Listyarini, Perwakilan dari Direktorat Prasarana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, mengungkapkan dengan jelas. Maksud kedatangan keduanya ke stadion yang menjadi markas Borneo FC kali ini, untuk mengumpulkan data dan dokumen pendukung sebelum membuat DED.
“Sebetulnya kami pernah meninjau pada bulan November, kami meninjau aspek safety dan security untuk penonton. Beberapa minggu lalu, kami mendapat amanat untuk merenovasi stadion yang digunakan untuk liga 1, jadi saat ini kami sedang mengumpulkan data,” ungkapnya pada saat tengah melakukan pemeriksaan kondisi stadion belum lama ini.
Kembali mengingat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Insiden desak-desakan usai laga Liga 1 yang menewaskan 131 jiwa dan melukai lebih dari 440 lainnya itu menjadi pelajaran bagi pemerintah. Oleh karena itu, perbaikan stadion oleh Kementrian PUPR ini diprioritaskan yang berkaitan dengan safety dan security.
Anita menjabarkan bahwa pihaknya membutuhkan dokumen ataupun memeriksa keadaan yang menggambarkan bangunan, arsitektur, Mechanical, Electrical and Plumbing (MEP), mitigasi risiko kebakaran, dan lainnya.
“Kami melihat aspek akses gerbang keluar dan masuk apakah memadai dibandingkan jumlah penonton dari sisi lebar, jumlah, dan apakah mudah di buka. Selain itu, terkait penanganan kebakaran, announcement, electrical termasuk tata suara itu juga diperlukan,” ujar Anita.
Adapun dokumen-dokumen yang diminta oleh pihak Kementerian PUPR untuk penyusunan DED adalah Keterangan Rencana Kota (KRK), Sertifikast dan batas lahan, Dokumen As Built Drawings, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)/ Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Sertifiat Laik Fungsi (SLF), Dokumen AMDAL, Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN), Laporan Perancangan Arsitektur, Laporan Perancangan Struktur dan dan Perhitungannya, Laporan Perancangan Mekanikal Elektrikal Plambing (MEP).
Kemudian juga butuh Laporan Perancangan Infrastruktur, Laporan Penyelidikan Tanah, Laporan Pengukuran Topografi, Rekomendasi Peil Banjir, Data Pemakaian Listrik PLN dan Air PDAM, dan dokumen pendukung lainnya yang diperlukan.
“Dokumen belum didapatkan, masih proses mendapatkan dalam satu dua hari ini,” ujar Anita.
Menanggapi rencana renovasi ini Aspian Nuur, kepala Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) GOR Segiri mengakui bahwa stadion tersebut masih memerlukan banyak pembenahan dari berbagai aspek. Ia mengatakan sudah melakukan beberapa perbaikan pada saat Piala Presiden 2022 lalu.
“Menindaklanjuti dari kunjungan pertama, yaitu evaluasi, GOR segiri sudah membenahi beberapa hal untuk dapat memenuhi standar stadion dari PSSI, termasuk pemasangan lampu dan cctv,” ujar Aspian.
Pembenahan yang ada belum dianggap cukup, Aspian menyebutkan beberapa hal yang paling memungkinkan untuk direnovasi selanjutnya adalah penambahan single seat, sistem pemadam kebakaran, toilet dan termasuk drainase.
“Salah satu yang disorot adalah masalah air, toilet perlu peremajaan,” imbuhnya.
Dengan adanya anggaran dari APBN ini, Asian berharap renovasi yang akan dikerjakan pada tahun 2023 hingga 2024 kali ini bisa dilakukan secara menyeluruh seperti halnya renovasi terhadap Stadion Kanjuruhan.
“Harapannya dibantu secara maksimal,” tutup Aspian. (sal/boy)










