Program PSR Bantu Tekan Angka Kematian Bayi dan Balita

psr
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kaltim Diane Meytha Supit

Samarinda, reviewsatu.com – Kementerian Kesehatan(Kemenkes) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meluncurkan Program Pediatrician Social Responsibility (PSR), bersinergi dengan Puskesmas. Program ini bertujuan menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi dan balita di Indonesia.

Program ini sendiri diluncurkan pada peringatan Hari Anak Nasional (23/7/2023) lalu. Hal ini disampaikan oleh Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kaltim Diane Meytha Supit. Dia mengatakan bahwa semua Puskesmas akan diampu oleh dokter anak.

“Angka kematian bayi masih menjadi permasalahan yang serius. Indonesia sendiri masuk 10 besar angka kematian tertinggi termasuk Kalimantan Timur. Itu menjadi atensi, kemudian melahirkan program ini,” ujar Diane.

Terobosan PCR ini sendiri berupa penempatan dokter spesialis anak di seluruh  Puskesmas di Indonesia untuk dikonsultasikan secara online. Dengan demikian, dokter anak bisa membantu dokter umum di puskesmas jika ada kasus yang belum bisa diatasi dengan cepat.

“Jadi memang hanya konsultasi secara online. Satu dokter anak bisa mengampu dua sampai tiga puskesmas,” terang Diane.

Di Indonesia ada sekitar 10.000 Puskesmas. Semantara itu dokter anak sekitar 5000 orang, sehingga dokter anak bisa lebih fokus dengan puskesmas yang ada. Dia juga membeber beberapa permasalahan yang menyebabkan angka kematian tinggi bagi bayi dan balita. Di antaranya keterlambatan penanganan terhadap ibu-ibu yang akan melahirkan, bayi yang harus dirawat di NICU, orang tua yang tidak terlalu paham mengenai penyakit yang diderita anak dan sebagainya. Hal-hal inilah yang kemudian dapat dikonsultasikan kepada dokter anak untuk segera diberi penindakan lebih lanjut.

“Misalnya pasien ini harus segera dirujuk, gejala awalnya ini bisa langsung dikomunikasikan.

Daripada dokter umum di puskesmas bingung mau apa, sudah ada dokter anak yang siap membantu nantinya,” Diane memberikan contoh.

Dengan adanya program ini, Diane berharap agar masyarakat yang mendatangi Puskesmas sebagai faskes pertama untuk mendapatkan bantuan kesehatan mengenai anak bisa tertangani secara maksimal.

“Kami untuk anak indonesia, jangan bosan atau sungkan untuk berkonsultasi dengan anak, apakah itu kesehatannya atau psikologisnya atau semua aspek yang bisa (ditanyakan), termasuk tumbuh kembang anak,” katanya mengakhiri. (sal/boy)