Peringati Hari Guru 2025, Mendikdasmen Berpesan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru Harus Diproritaskan

guru
Staf Ahli Kemendikdasmen Biyanto, mewakili Abdul Muti menghadiri ucapara bendera di SMP Negeri 16 Samarinda, Jalan Loa Bakung.

Samarinda, reviewsatu.com–Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya peran guru sebagai agen pembelajaran dan peradaban.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti yang diwakilkan salah seorang staf khusus, Biyanto menyampaikan bahwa guru merupakan insan yang beriman, bertakwa, sekaligus figur profesional yang mengemban tugas profetik, untuk mencerdaskan anak bangsa, membangun nalar kritis, hati yang jernih, dan akhlak mulia.

Ia juga bilang para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut harus tampil lebih percaya diri dan berwibawa di hadapan para murid, menjadi teladan, mentor, motivator, dan sahabat dalam suka dan duka.

Ia menekankan bahwa di era digital dan global, tantangan mereka semakin berat, mulai dari tekanan sosial, moral, hingga materi, yang membutuhkan perlindungan dan penghargaan yang lebih baik.

Untuk meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi, Pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, telah melakukan berbagai langkah konkrit sepanjang tahun 2025.

Di antaranya, pemberian beasiswa sebesar tiga juta rupiah per semester bagi 12.500 guru yang belum berpendidikan D.IV/S.1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau, serta berbagai pelatihan profesional seperti Pendidikan Profesi Guru, Bimbingan Konseling, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding, dan Kecerdasan Artifisial.

Selain itu, tunjangan juga ditingkatkan. Guru non-ASN menerima tunjangan sertifikasi dua juta rupiah per bulan, sementara yang ASN mendapat satu kali gaji pokok, dan honorer memperoleh insentif 300.000 rupiah per bulan, yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing.

Kemendikdasmen mengakui, meski berbagai tunjangan dan insentif ini belum sepenuhnya memadai, Pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan mereka pada 2026.

Rencananya, beasiswa untuk studi lanjutan akan dibuka bagi 150.000 guru, tunjangan honorer naik menjadi 400.000 rupiah per bulan, beban administratif dikurangi, dan satu hari dalam seminggu disediakan khusus untuk guru belajar. Kebijakan ini dimaksudkan agar mereka lebih fokus pada tugas utama sebagai pendidik profesional.

Mendikdasmen juga menyinggung langkah perlindungan guru melalui kerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia. Nota kesepahaman itu mencakup penyelesaian damai (restorative justice) bagi pengajar yang bermasalah dengan murid, orang tua, maupun LSM terkait tugas mendidik.

Dia menekankan pentingnya peran guru dalam menghadapi kompleksitas permasalahan murid, mulai dari akademik, sosial, moral, spiritual, hingga tantangan digital seperti ketergantungan pada gawai dan judi online.

“Guru adalah figur inspiratif, teladan, digugu dan ditiru, sekaligus penopang masa depan bangsa,” kata Mendikdasmen.

Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada para murid:

“Belajarlah yang Baik; Cintai Ayah dan Ibu; Hormati Guru; Rukun Sama Teman; Cintai Tanah Air dan Bangsa. Terima kasih Bapak dan Ibu guru atas dharma bhakti yang tak ternilai dengan materi. Teruslah mengabdi untuk negeri. Di tanganmu kualitas sumber daya manusia, masa depan bangsa, dan negara,” tutup Kemendikdasmen. (Mayang)