Kukar, reviewsatu.com – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Abdul Rasid, menegaskan bahwa masih banyak permasalahan infrastruktur yang perlu mendapatkan perhatian serius di daerah pemilihan (Dapil) I Tenggarong, terutama terkait drainase dan kondisi wilayah pinggiran kota.
Menurutnya, sebagai Ibukota Kukar, Tenggarong membutuhkan perbaikan yang lebih komprehensif untuk mencegah masalah yang berlarut-larut, seperti banjir akibat buruknya sistem drainase.
Rasid menjelaskan bahwa genangan air yang sering terjadi di beberapa titik di Tenggarong, terutama di saat hujan deras, disebabkan oleh tidak berfungsinya drainase dengan baik. Hal ini, menurutnya, memerlukan penanganan segera agar masyarakat tidak terus-menerus terdampak banjir.
“Banyak wilayah di Tenggarong yang sering tergenang banjir karena drainase yang tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, perbaikan drainase ini harus menjadi prioritas utama. Kami dari DPRD siap bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi terbaik, agar daerah-daerah yang sering terkena banjir bisa diatasi. Harapannya, ke depan masalah ini dapat segera terselesaikan,” ungkap Rasid.
Tidak hanya drainase, Rasid juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan di wilayah pinggiran Tenggarong yang menurutnya masih jauh dari kata ideal. Jalan-jalan di kawasan tersebut, kata Rasid, perlu mendapatkan perhatian khusus karena menjadi penghubung penting antara pusat kota dengan daerah sekitarnya. Kondisi jalan yang buruk dapat menghambat mobilitas masyarakat dan berdampak pada perekonomian lokal.
“Penataan ulang wilayah pinggiran kota juga sangat penting. Perbaikan infrastruktur jalan harus dilakukan secara merata di seluruh wilayah Tenggarong, terutama di daerah pinggiran yang selama ini mungkin terabaikan. Ini akan sangat membantu dalam pengembangan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Rasid.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa meskipun perbaikan infrastruktur tersebut harus dilakukan secara bertahap, namun distribusinya harus merata. Ia berharap agar tidak ada lagi wilayah yang tertinggal dalam hal pembangunan infrastruktur, terutama yang berkaitan dengan jalan raya.
“Saat ini, kami memang fokus memperbaiki infrastruktur di wilayah Tenggarong terlebih dahulu, tapi tentu saja kami berharap seluruh wilayah, termasuk pinggiran kota, bisa mendapatkan perhatian yang sama. Banyak infrastruktur yang harus kita selesaikan ke depannya, dan ini membutuhkan waktu serta kerja sama dari berbagai pihak,” jelas Rasid.
Sebagai penutup, Rasid kembali menekankan pentingnya kolaborasi antara DPRD dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan permasalahan infrastruktur ini. Ia optimis jika penanganan dilakukan secara serius dan berkesinambungan, masyarakat Tenggarong akan segera merasakan perubahan yang signifikan, terutama dalam hal pengendalian banjir dan peningkatan kualitas jalan. (adv)










