PENAJAM, REVIEWSATU – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berencana membangun Balai Latihan Kerja Industri (BLKI). Hal ini untuk meningkatkan kompetensi calon pekerja demi menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
Memang untuk pembangunan BLKI tidak gampang, apalagi dengan mengharapkan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten. Namun, tak menutup kemungkinan bakal ada BLKI di wilayah Benuo Taka.
Dikonfirmasi hal itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten PPU, Marjani, mengatakan sebenarnya boleh saja membangun BLKI di kabupaten atau kota. Namun masalahnya kewenangan berada di pemerintah pusat.
“Kita boleh diantaranya penyelenggara pelatihan. Di PPU belum ada BLKI,” kata Marjani, Minggu (13/10/2024).
Namun kini terdapat angin segar, ada harapan tak hanya sekadar kabar burung. Ia mengungkapkan, jika kedepannya bakal dibangun BLKI di Kabupaten PPU. Saat ini masih dalam proses yang difasilitasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia.
“Rencananya ada dua tempat Penlok (Penetapan Lokasi) antara di dekat Bapenda atau depan rumah sakit sebelah BKAD,” sambungnya.
Untuk dapat mengetahui lokasi BLKI nantinya kemungkinan besar November mendatang. Serta setelah ditetapkan lokasi rencananya peletakan batu pertama penanda dimulainya pengerjaan pada 2025 nanti.
Sementara saat disinggung mengenai lahan yang dipilih untuk digunakan dirinya menuturkan jika milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU. Adapun bangunan BLKI dapat berdiri di atas luasan tanah minimal 4 hektare.
Informasi terakhir yang diterimanya jika dokumen untuk Penlok sudah selesai, tinggal proses hibah lahan. Nantinya jika semuanya telah klir, pembangunannya yang difasilitasi oleh Kemnaker Republik Indonesia dilakukan secara bertahap.
“Keputusan iya atau tidaknya dinanti. Tapi kalau tanah (hibah lahan) tidak klir, pasti gagal. Adanya balai latihan kerja industri di PPU peruntukkannya untuk anak-anak (generasi penerus) yakni peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) khususnya usia produktif,” tandas Marjani. “Nanti tanahnya dihibahkan,” ucap Marjani. (adv/one)











