Samarinda, reviewsatu.com – Rencana Pemkot Samarinda mengubah rumah tua kampung tenun menjadi kantor kelurahan akhirnya terealisasi. Tidak mengubah bentuk namun hanya menambah beberapa dekorasi.
Proses renovasi rumah tua ini disambangi oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Seraya berkeliling, Andi Harun kerap memertanyakan setiap ruangan yang direnovaasi akan difungsikan sebagai apa.
“Minggu depan dilaporkan lagi,” pinta Andi Harun kepada salah satu staf Kelurahan, Sabtu (22/7/2023).
Dijelaskan oleh Andi, bahwa eksterior rumah tua yang telah lama menjadi cagar budaya tersebut tidak akan diubah. Namun hanya ada penambahan partisi atau dinding sekat pada interior bangunan.
Penambahan partisi tersebut direncanakan terbuat dari bahan yang semi tembus pandang agar ruangan tetap terlihat luas. Selain itu juga mengusung konsep agar pengunjung yang masuk merasa seperti mengunjungi museum.
“Tidak akan diubah secara penampakan luar, tetap bisa dikunjungi sebagai destinasi wisata para pelancong lokal maupun internasional,” ujar Andi Harun.
Hal serupa juga disampaikan oleh Lurah Tenun Samarinda, Lisa Rizky Wardani. Dalam kegiatan yang sama, Ia menyampaikan bahwa penambahan fungsi Rumah Tua ini menjadi kantor kelurahan tidak perlu dikhawatirkan oleh masyarakat.
“Nanti pelaku usaha yang sudah berjualan di sekitar sini masih dapat melanjutkan usahanya,” ujar Lisa.
Memecahkan permasalahan dengan winwin solution. Rumah tua yang tidak dijaga dan kurang terawat, serta Kelurahan Tenun yang masih belum memiliki kantor permanen itu dapat diatasi dengan menjadikan Rumah Tua menjadi pusat kegiatan sehari-hari.
“Karena kantor kami sekarang masih ngontrak, mudahan semuanya dilancarkan,” tutupnya. (Sal/boy)










