Beda Dengan di Jawa, Tempat Keramaian Jadi Fokus Operasi Ketupat Tahun Ini

operasi ketupat
Arus lalu lintas di Simpang Lembuswana, Selasa (11/3/2023). (Yasinta/ReviewSatu)

Samarinda, reviewsatu.com – Tempat keramaian seperti pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan dan tempat wisata akan menjadi titik fokus pada Operasi Ketupat tahun ini. Pasalnya, tingkat kerawanan pada saat musim lebaran di Samarinda berbeda dengan di Pulau Jawa.

Operasi Ketupa sendiri akan berlangsung 19 April hingga 2 Mei mendatang. Hal ini disampaikan oleh Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Creato Sonitehe Gulo.

“Untuk di sini (Samarinda, red) dan di Pulau Jawa punya perbedaan kerawanan. Kalau di Jawa arus mudiknya, kalau disini di tempat-tempat keramaian,” ungkapnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya di Lantai 3 Markas Komando Polresta Samarinda, Selasa (11/4/2023).

Gulo menyebut hal ini berdasarkan pengalaman pada tahun 2022. Dimana salah satu tempat yang rawan tersebut adalah pelabuhan. Karena banyak masyarakat yang pulang kampung ke luar kota menggunakan tranportasi laut. Salah satunya yaitu Sulawesi. Ia pun menambahkan, jelang lebaran biasanya lebih banyak masyarakat yang menuju ke luar kota daripada jumlah orang yang masuk ke Samarinda.

Kemudian, bandara. Apalagi saat ini Samarinda sudah mempunyai bandara sendiri. Yaitu bandara APT Pranoto. Akses menuju bandara pun tak luput dari perhatian. Pasalnya, sebut Gulo, akses menuju bandara yang terletak di Jalan Poros Samarinda-Bontang,Sungai Siring, tersebut hanya satu. Kemudian lebar jalannya tidak terlalu luas. Belum lagi jika terdapat masalah pada jalan yang kerap dilewati mobil-mobil besar tersebut, seperti kecelakaan atau mogok.

“Berbeda dengan menuju Kukar, kalau kesana kan kita punya dua akses, yaitu Loa Janan dan Suryanata, jadi arus lalu lintas tidak terlalu padat,” ungkap pria yang saat itu mengenakan seragam dinas.
Perwira menengah pangkat satu melati itu pun menyebutkan, kerawanan juga kerap terjadi di pusat perbelanjaan dan tempat wisata. Karena kecenderungan masyarakat dari luar kota yang mengunjungi Kota Tepian untuk memanfaatkan waktu liburan. Hal ini pun ditambah dengan jatah libur selama lima hari pada pegawai kantoran, yang menyebabkan hal tersebut harus diantisipasi.

Untuk Operasi Ketupat 2023 sendiri, Gulo menyampaikan, sudah ada gambaran umum beberapa titik-titik fokus yang ditetapkan. Kini sedang dirancang oleh Bagian Operasional (Bag Ops) Polresta Samarinda. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Samarinda.

“Ada beberapa pos yang akan melibatkan instansi. Nantinya di Lamin Etam (Kantor Gubernur Kaltim, red) yang menjadi ikon,” pungkas Gulo.