Transaksi Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan Diperkirakan Capai Rp 3,4 Triliun Per Tahun

Suasana di dalam Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan. (Foto Salsa)

BALIKPAPAN, reviewsatu.com – Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan yang menjual beraneka produk aksesori, kerajinan, merchandise ternyata menghasilkan perputaran ekonomi yang signifikan. 

Pemkot Balikpapan memerkirakan nilai transaksi yang terjadi di kawasan tersebut mencapai sekitar Rp 3,4 triliun setiap tahun.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Haemusri Umar mengatakan nilai transaksi tersebut berasal dari dua segmen usaha yang beroperasi di kawasan pasar.

Segmen pertama adalah Pasar Penampungan A yang menjadi pusat perdagangan berbagai kebutuhan pendukung industri.

Sementara segmen kedua merupakan Pasar Inpres yang menjadi lokasi penjualan kerajinan, cendera mata, serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Dari dua segmen pasar tersebut, perputaran uang setiap tahunnya diperkirakan mencapai sekitar Rp3,4 triliun,” ucap Haemusri saat ditemui di Balai Kota Balikpapan, pada Kamis 5 Maret 2026.

Ia menjelaskan aktivitas perdagangan di kawasan pasar tersebut berlangsung setiap hari dengan berbagai jenis komoditas yang diperjualbelikan oleh pedagang.

Pasar Inpres Kebun Sayur saat ini menampung sekitar 599 pedagang yang menjalankan usaha di kawasan tersebut. Kawasan pasar telah berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1,7 hektare dan telah beroperasi sejak 1980.

Menurut Haemusri, besarnya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut menjadikan Pasar Inpres Kebun Sayur sebagai salah satu pusat perdagangan penting di Kota Balikpapan.

Selain menjadi tempat perdagangan berbagai kebutuhan masyarakat, kawasan pasar juga menjadi ruang usaha bagi pelaku UMKM yang menjual berbagai produk kerajinan dan cenderamata.

Melihat besarnya aktivitas ekonomi tersebut, Pemkot Balikpapan mendorong rencana revitalisasi pasar agar kawasan perdagangan tersebut dapat berkembang lebih baik di masa mendatang.

“Karena perannya cukup besar bagi perekonomian daerah, pemerintah kota berharap revitalisasi pasar ini bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat,” ungkapnya.Usulan revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur sebelumnya telah disampaikan oleh Wali Kota Balikpapan kepada Menteri Perdagangan dalam audiensi di Jakarta pada awal Maret 2026. (*/sls/ad)