PENAJAM PASER UTARA— Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyeleksi kelurahan terbaik yang akan mewakili PPU dalam Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025.
Ajang ini menjadi momentum strategis untuk mendorong inovasi dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat akar rumput.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah PPU, Nicko Herlambang, menyampaikan bahwa pola kerja kelurahan di PPU saat ini tidak jauh berbeda dengan desa.
Banyak kelurahan yang menunjukkan peran aktif dalam sektor pertanian, perikanan, hingga pengelolaan pariwisata berbasis lokal.
“Kelurahan di PPU, seperti Nenang dan Pemaluan, sudah mulai menggarap potensi yang ada di wilayahnya. Bahkan beberapa berhasil menangani persoalan penting seperti konflik agraria dan ketahanan pangan,” ujar Nicko saat menghadiri tahapan penilaian lomba kelurahan, Selasa (29/4/2024).
Kelurahan Pemaluan di Kecamatan Sepaku, misalnya, dinilai berhasil menyelesaikan konflik lahan secara inklusif. Sementara Kelurahan Nipah-Nipah dikenal aktif menjalankan program ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Tak kalah menarik, sejumlah kelurahan lainnya mulai mengembangkan potensi wisata lokal dan ekowisata.
Lomba kelurahan kali ini mengangkat tema “Desa dan Kelurahan Tangguh Pangan, Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas”. Tema ini selaras dengan agenda pembangunan nasional untuk memperkuat kemandirian pangan dari tingkat lokal.
Nicko menyebut, seleksi ini bukan sekadar perlombaan, melainkan ajang untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja kelurahan secara menyeluruh.
“Lewat lomba ini, kita jadi tahu sejauh mana program-program kelurahan berjalan. Bukan hanya mencari juara, tapi juga melihat capaian dan potensi perbaikan,” ujarnya.
Pemenang lomba tingkat kabupaten akan diumumkan pada Mei 2024 dan akan mewakili Kabupaten PPU ke ajang provinsi. Diharapkan, perwakilan dari PPU mampu menunjukkan prestasi dan menjadi contoh kelurahan tangguh yang inovatif serta mandiri.
Nicko menambahkan, keterlibatan aktif kecamatan dalam mendukung program kelurahan juga akan diperkuat seiring dengan evaluasi menyeluruh dari tingkat desa hingga kecamatan.
“Selama ini desa dan kecamatan sudah berjalan baik. Kini dengan adanya lomba kelurahan, evaluasi dan perencanaan pembangunan bisa lebih terintegrasi,” tutupnya.
Ajang ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Pemkab PPU dalam membangun daerah dari bawah, dengan menekankan pada partisipasi masyarakat dan inovasi lokal sebagai kunci kemajuan. (adv/r1)











