Tingkatkan Kompetensi, 20 Calon Welder Profesional Ikuti Pelatihan di Malang

calon welder
Kepala Disnakertrans Kabupaten PPU, Marjani. (dok)

PENAJAM, REVIEWSATU– Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memberangkatkan 20 calon welder ke Indonesia Learning Center (ILC), sebuah lembaga pelatihan mekanik dan operator alat berat professional di Malang, Jawa Timur.

Hal tersebut dilakukan, selain sebagai upaya agar sumber daya manusia di PPU terserap di dunia pekerjaan dengan memiliki sertifikasi, juga sebagai salah satu upaya dari Disnakertrans menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

“Sebanyak 20 anak pemuda kami kirim ke Malang untuk training, agar mendapatkan sertifikasi juru las atau welder,” ucap Kepala Disnakertrans Kabupaten PPU, Marjani.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi agar memiliki keahlian dan melengkapi persyaratan sebagai juru las yang diakui secara nasional.

Ia mengharapkan, setelahnya seluruh pemuda dapat terserap dalam dunia kerja sesuai dengan kemampuan yang dimiliki atau dikuasai.

“Kami berharap kepada peserta pelatihan dapat mengikuti pelatihan sesuai dengan aturan, dan membantu kedepannya untuk mendapatkan pekerjaan,” harapnya.

Sejauh ini, pelatihan dengan penempatan di Malang telah berjalan sekira 1 bulan, direncanakan akhir November nanti telah selesai. “Pelatihannya dua bulan,” jelas mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten PPU itu.

Adapun langkah lain yaitu bekerja sama dengan berbagai pihak untuk berikan pelatihan peningkatan keahlian. Seperti dengan menjalin kemitraan dengan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Kota Balikpapan.

Dalam setiap pelaksanaan kegiatan pelatihan disampaikan oleh pembimbing secara serius, agar pelaksanaan itu tidak sia-sia.

Dengan adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU, diharapkan kualitas generasi penerus tidak tertinggal dari pendatang seiring melesatnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku.

Tentunya pembangunan kota megah yang saat ini terus berjalan itu membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal.

“Ini upaya kami di Disnakertrans dan umumnya Pemkab PPU, bagaimana mempersiapkan SDM yang punya skill, tak hanya dibutuhkan oleh perusahaan, namun kami berupaya bagaimana masyarakat PPU tidak jadi penonton, namun sebagai pelaku pembangunan IKN Nusantara,” jelasnya.

Dirinya yakin kawula muda PPU yang usia produktif keahliannya tak kalah dibandingkan dengan daerah lain.

Yang terpenting, pemerintah daerah atau pemangku kebijakan hadir dalam hal memfasilitasi untuk mampu terserap dalam dunia kerja.

“Saya optimis muda-mudi itu bisa, tinggal kita menggerakkan saja, bagaimana potensinya dan memanfaatkan perkembangan teknologi,” tandas Marjani. (adv/one)