Transformasi Paradigma Perpustakaan, Ikut Dorong Kesejahteraan Masyarakat

PARADIGMA PERPUSTAKAAN
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip PPU, Muhammad Yusuf Basra. (Awal/Disway Group)

PENAJAM, REVIEWSATU – Paradigma perpustakaan yang dikenal hanya mengelola koleksi buku kini sudah bertransformasi. Salah satunya berupaya serta terlibat dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu diutarakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten PPU, Muhammad Yusuf Basra, belum lama ini.

Ia bilang, perpustakaan kini melakukan upaya pengembangan, salah satunya melalui program nasional yakni Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Nasional (TPBIS). “Seperti literasi untuk kesejahteraan,” kata Muhammad Yusuf Basra.

Dalam artian perpustakaan bertransformasi mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga terlibat untuk mempercepat terbentuknya sumber daya manusia (SDM) yang unggul seiring perkembangan teknologi, dimana nantinya mempunyai inovasi dan kreatifitas.

Yusuf menuturkan, literasi untuk kesejahteraan masih kurang familiar di telinga masyarakat. Namun negara maju dapat dipastikan minat bacanya tinggi.

“Literasi untuk kesejahteraan mungkin karena masih baru kurang begitu familiar. Tapi, kalau melihat data dan fakta bahwa negara-negara yang indeks literasinya bagus, cenderung kesejahteraannya bagus,” tuturnya.

Yusuf mencontohkan, negara-negara Eropa antara lain Finlandia, Belgia, Denmark, Belanda serta hanya Jepang yang dari Benua Asia masuk 10 besar, dirinya menyebut jika identik dengan kesejahteraan.

Apa yang dilakukan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan umumnya pemerintah merupakan program nasional, dalam hal ini digaungkan oleh nawacita 2 perihal TPBIS.

“Dalam artian memberi peran perpustakaan untuk membantu kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Dikatakannya, jika berbicara di perpustakaan dan kesejahteraan memang terlihat agak jauh, tidak berdampak langsung.

Namun kini perpustakaan sudah berbeda, telah bertransformasi. Bukan lagi sekadar tempat membaca atau meminjam buku.

Kata Yusuf, kini perpustakaan dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan maupun pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat, tanpa kecuali.

TPBIS selain menyediakan sumber-sumber bacaan untuk menggali informasi dan pengetahuan, perpustakaan juga memfasilitasi masyarakat dengan pelatihan dan keterampilan yang bertujuan meningkatkan sumber sosial ekonomi masyarakat.

“Misalnya keterampilan untuk berwirausaha sudah bisa kita lakukan sekarang,” jelas Yusuf.

Adanya program yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dari masing-masing individu, di sisi lain akan berdampak pada peningkatan kualitas layanan perpustakaan, sehingga secara otomatis meningkatkan literasi dan khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Misalnya saja perpustakaan yang menyediakan buku-buku ilmu terapan, dan nantinya masyarakat dapat memilih keanggotaan tertentu.

“Sebenarnya tugas utamanya meningkatkan minat membaca, mulai dari pra sekolah sampai yang masyarakat yang sudah pensiun, tanpa pengirimnya. Kini juga bertransformasi literasi mendorong untuk kesejahteraan,” pungkas Yusuf. (adv/one)